Guru properti Indonesia Dr Ir Ciputra ter- pilih menjadi tokoh penting di dunia konstruksi tanah air, bahkan di tingkat Asia dan Pasifik Barat. Founder Ciputra Group itu dianugerahi sebagai Tokoh Konstruksi se-Asia Pasifik Barat dari Inter- national Federation of Asian and Western Pacific Contractors’ Association (IFAWPCA).
Penghargaan yang merupakan puncak acara dari konvensi federasi organisasi kontraktor be- sar dari 16 negara tersebut adalah bentuk pe- ngakuan dan apresiasi terhadap sepak terjang Ciputra yang sukses mengembangkan bidang konstruksi menjadi fondasi bagi sektor properti.
Konvensi IFAWPCA ke-41 berlangsung di Jakarta pada 2-5 Maret di Hotel Hyatt. Jakarta. Pada ajang itu, para anggota yang berasal dari 16 negara di kawasan Asia dan Pasifik Barat tersebut menilai bahwa Ciputra mampu meng- ekspansi konstruksi ke bidang lain, sekaligus mengembangkannya hingga ke luar negeri. Pria kelahiran 24 Agustus 1931 itu berhasil meng- ekspansi bisnisnya ke Singapura, Hawai, India, Vietnam, Kamboja, dan Tiongkok.
Gurita bisnis Group Ciputra menjadikan so- sok yang akrab dipanggil Pak Ci tersebut dipilih sebagai salah seorang tokoh penting dalam dunia konstruksi. Bahkan, Ciputra tidak saja berpengaruh di bidang konstruksi, Tetapi, dia juga menginisiasi dan menyebarkan semangat entrepreneurship di Indonesia.
Saat menerima pengahrgaan itu, Ciputra mengungkapkan bahwa kontraktor merupakan salah satu kunci bidang ilmu yang dapat dieks- pansi ke banyak hal. Sebab, ilmu tentang kons- truksi tersebut dianggap paling sulit, berisiko tinggi, dan low profit. “Konstruksi dapat menjadi wadah pembelajaran yang luar biasa. Jika sudah belajar tentang konstruksi, kita akan lebih mudah mempelajari bidang lain,” kata pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), tersebut.
Pengalamannya di dunia bisnis. Dalam setiap kesempatan, Ciputra selalu menanamkan pen- tingnya kewirausahaan untuk membuat bangsa Indonesia maju. Bahkan, dia berperan mendirikan Pak Gi juga tidak segan membagi ilmu dan dam membangun lembaga pendidikan yang ber- napaskan semangat entrepreneurship.
“Semangat entrepreneurship menjadikan sa- ya bisa berekspansi di luar bidang kontraktor dan tidak hanya jago kandang. Menguasai lebih dari satu keahlian itu sangat penting” tutur Ciputra di hadapan para peserta konvensi.
Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah dari pertemuan IFAWWPCA ke-41 yang bertema Infrastructure for a Better Future. Pertemuan tersebut dikemas dalam sebuah seminar yang membahas berbagai isu infrastruktur serta me- rancang rumusan solusi untuk diusulkan kepada pemerintah dalam rangka mengakselerasikan pembangunan infrastruktur.
Presiden IFAWPCA Dr Sudarto yang juga menjabat ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia menjelaskan, infrastruktur adalah pilar utama dalam pertumbuhan ekonom nasional. Se- bab, pertumbuhan infrastruktu tidak hanya memengaruhi pertumbuhan ekononi, namun juga berdampak pada kehidupan sosal. Ber- bagai model pembiayaan telah diurayakan. Tujuannya, mendorong pembanguran infra- struktur, baik investasi oleh pervsuhaan milik negara, daerah, maupun perusahaan swasta.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah joi operation untuk sebuah aset infrastruktur yang dibiayai investor swasta dan bekerja sama dengan operator. Hal itu dapat diterapkan melalui perjanjian jangka panjang atau model lain dari PPP (public private partnership).(nuq/e14/aan)
Sumber: Jawa-Pos-6-Maret-2014-hal-9

