Jawa Pos.11 Agustus 2013.Hal.32

Surabaya – Rebecca begitu bersemangat saat memasukkan satu butir telur asin dalam mulutnya. Dari raut wajahnya yang menahan rasa asin, hal tersebut terlihat sulit. Belum berhenti sampai disitu, masih ada potongan sayur singkong yang besar yang juga dimakannya dengan lahap.

Rebecca adalah seorang diantara sembilan peserta Adfu Cepat Kompetisi Antar Karyawan Makan Se3go Senggol yang dihelat di East Coast Center Pakuwon City kemarin ( 10/8) . mereka harus menghabiskan satu bungkus sego senggol dalam waktu semenit.

Satu bungkusnya terdiri atas nasi uduk, sayur singkong, ayam suwir pedas, ayam suwir gurih, ikan asin, dan sate banjar. “Kalau makannya cepat-cepat seperti ini, rasanya tidak diprediksi. Ada asin, pedas, dan manis. Rasa nano-nano,” papar Rebecca.

Meski tidak sanggup menghabiskan satu bungkus dalam waktu semenit, sisa nasi Rebecca yang tinggal paling sedikit diantara peserta lain. Dialah yang keluar sebagai pemenang.

Owner Warung Sego Senggol Rebella Muklim menyatakan, sego senggol memang dibuat atas eksperimen mencampur aneka makanan Indonesia menjadi satu menu. Tidak heran bila sego senggol kaya rasa. Awalnya, makanan tersebut terdiri atas nasi biasa, empal, sayur, singkong dan telur asin. “Tetapi setelah dibagikan kepada teman dekat, mereka jadi request ini itu. Finalnya jadi seperti ini” lanjut perempuan yang akrab disapa Bela tersebut.

Bela pun menamai sensasi8 rasa sego senggol itu nano-nano. Sebab, pembeli tidak bisa menebak bagian mana rasa sin, manis dan pedasnya. “Lagi pula ini kan tujuannya kompetisi. Jadi, kami ingin para karyawan merasakan sensasi nano-nano dan bukan rasa nikmatnya.” Ujar perempuan yang masih menjadi mahasiswi di Universitas Ciputra tersebut. (ina/c14/ayi)

Sumber: Jawa-Pos.11-Agustus-2013.Hal_.32