Rahmi Hidayah@MCM_Tak Segan Bagi Ilmu. Jawa Pos. 19 April 2017.Hal.34

GRESIK- Bisnis tidak bisa berdiri hanya berbekal sebuah niat. Tapi, juga butuh keberanian untuk mewujudkan niat tersebut. Hal ini selalu diulang-ulang oleh Rahmi Hidayah saat memberikan materi mengenai entrepreneur  di beberapa tempat. Misalnya, saat mengisi workshop entrepreneur di ITS beberapa waktu lalu. “Bisnis itu tanpa tapi. Tanpa alasan. Harus berani nekat dan jangan lupa sedekah,” katanya.

Rahmi mengakui, poin terakhir memang merupakan prinsip yang bisa dikatakan paling penting. Sebab, sedekah merupakan bentuk rasa syukur sekaligus pembersih harta. Rahmi sampai saat ini juga aktif menyumbang sabgai donator di salah satu lembaha infak.

Sharing pengalaman dan berbagi ilmu mengenai bisnis mendatangkan kepuasan tersendiri bagi Rahmi. Pemilik salah satu flower store di kawasan Jalan Sunan Giri itu juga kerap diminta untuk mengajarkan seni mengarangkai bunga. Rahmi mengatakan mendapat kemampuan tersebut secara otodidak. Yakni, dengan cara belajar melalui Vidoe tutorial cara merangkai bunga. “Pernah sih ikut kursus privat di perangkai bunga. Tapi lebih banyak belajar otodidak,” papar mahasiswa Marketing Komunikasi Bisnis Universitas Ciputra Surabaya tersebut.

Merasa sudah mulai bermunculan competitor, Rahmi terus menggenjot promosi dan Innovasi. Beragama innovasi yang unik dan menarik memang pernah dibuat Rahmi. Di antaranya, saat Hari Ibu, dia membuat kartu ucapan khusus yang desain sendiri. Kartu tersebut diisi dengan ucapan dari si pemesan. Dia juga selalu update mengenai bentuk rangkaian bunga yang tengah menjadi tren. “Contohnya, saat ini yang disuka itu buket bunga karakter. Kayak panda, Hello Kitty, atau tokoh Disney yang lucu,” imbuhnya.

Sumber : Jawa Pos. 19 April 2017. Hal 34