Takat Segele, Pulau Supermini di Moyo. Kompas. 6 April 2017. Hal.23

Pariwisata Sumba

Daratan” yang tidak tertutup air laut, selasa (28/3) sekitar pukul 15.00 Wita, hanya sekitar 6 meter dengan lebar di bagian tengah sekitar 2 meter. Bentuknya tidak persegi panjang, tetapi lonjong. Secuil daratan itu dikenal sebagai takat segele, pesona wisata lain di kawasan perairan laut pulau Mayo, kecamatan Labuhan badas kabupaten Sumbawa, NTB. Perairan di sekitar daratan kecil mungil itu sangat jernih sehingga bagian dalam “pulau”supermini tampak jelas. Di luar bagian yang kasatmata karena air sangat jernih adalah perairan dalam, seperti juga perairan dalam, seperti juga perairan di kawasan itu. Karang-karang bercabang di sekeliling daratan mini yang masuk dalam genus acropora tumbuh cukup subur. Di takat segele, tanpa perlu kacamata renang, ikan-ikan kecil berwarna-warni yang bergerak lincah terlihat jelas.

Saat berdiri di bagian tengah kawasan itu, lalu memandang ke arah barat, hanya ada hamparan laut lepas. Sementara di sisi timur, kawasan hutan konservasi taman buru pulau Moyo terlihat hijau dan masih lebat, serupa dengan daratan Sumbawa di sebelah selatan dan pulau medang di utara. Jika mendongak ke atas, langit biru melengkapi pesona kawasan itu. Takat segele berarti gundukan kerikil karang. Pulau supermini itu seperti pulau gosong yang ditemui di tempat-tempat lain di Indonesia, seperti kepulauan seribu di Jakarta atau karimun jawa tengah dan biasanya terbentuk oleh endapan pecahan karang koral dan hewan laut lain.

Menurut Ikhsan Adi Maulana (35), anak buah kapal cepat (speedbout) Bintang Moyo, kapal sewaan yang melayani penyeberangan ke pulau Moyo, gundukan kerikil karang itu merupakan sisa-sisa pengeboman ikan di perairan laut pulau mayo, sekitar tahun 1995 silam. “Karang-karang yang mati akibat pengeboman dihantam arus dari berbagai arah, kemudian berkumpul di tengah, tetapi saat ini, di sekitar takat segele tidak semua karang mati. Masih banyak juga karang yang hidup,”kata Ikhsan. Takat segele terletak sekitar 3 kilometer dari labuhan haji, desa yang yang menjadi salah satu tempat berlabuhnya kapal penyeberangan di pulau mayo. Saat air pasang, terutama pada sore hari, takat segele hanya terlihat bagian ujungnya seperti pada selasa petang itu. Saat air surut akan terlihat gundukan setinggi 2 meter.

Berbagai kegiatan bisa dilakukan wisatawan di takat segele yang luasnya sekitar 1 hektar, seperti berenang, selam permukaan (snorkeling) dan menyelam. Area snorkeling memiliki kedalaman sampai 3 meter melingkari takat segele sedangkan untuk menyelam 15-25 meter. Sudarmadi (34), warga labuhan haji yang juga pemilik kapal bintang moyo mengatakan takat segele menjadi salah satu favorit wisatawan baik domestic maupun asing, yang berkunjung ke pulau Mayo. “Para wisatawan mendapat informasi terkait takat segele dari internet. Jadi, begitu tiba di moyo mereka biasanya langsung menanyakan dan meminta diantarkan ke takat segele”kata Sudarmadi.

Takat segele memang menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan bagi wisatawan yang datang ke moyo. Tak hanya wisata air, wisatawan juga dapat menikmati matahari tenggelam (sunset) dari atas kapal. “Pengunjung dapat berada di takat segele hingga maghrib,”kata Sudarmadi.

 

Pengembangan Mayo

Selain takat segele, moyo tentu saja memiliki banyak obyek wisata lain yang tak kalah indah. Sebut saja air terjun mata jitu yang popular dan menjadi tujuan utama serta pernah di kunjungi putri Diana dari inggris. Obyek lain adalah pantai tanjung pasir dengan pemandangan matahari terbit dan gunung tambora serta pantai ai manis dengan hamparan pasir putih dan spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Karena itu, pemerintah kabupaten Sumbawa terus mendorong pengembangan pariwisata di pulau mayo. Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat sekretaris daerah kabupaten Sumbawa Muhammad Ikhsan menuturkan, saat ini ada empat investor yang telah mengajukan izin lokasi untuk membangun hotel di pulau Moyo.

Sayang insfrastruktur jalan di pulau itu, terutama yang menuju air terjun mata jitu, maish sangat buruk karena masih berupa tanah berbatu. Pemkab Sumbawa berencana menambah jumlah kapal yang berlayar secara rutin dari Sumbawa ke pulau moyo melalui kerjasama dengan investor. Hal itu dilakukan untuk memudahkan mobilitas wisatawan ke moyo (Zak/Hrs/Mul). Pelancar bermain air dan mengamati ikan kecil di takat segele, kawasan pulau mayo, Sumbawa besar NTB, Selasa (28/3). Selain menjadi surge para penyelam permukaan (snorkeling), takat segele merupakan pulau mini dari karang ini juga menarik para wisatawan untuk sekedar berfoto ataupun turun dari kapal untuk menginjakkan kaki di permukaannya yang dangkal.

Sumber: Kompas 6 April 2017 halaman 23