UC Library dan Business Incubator UC bekerja sama dengan penerbit buku BPK Gunung Mulia, pada Kamis (18/5) lalu mengadakan kegiatan Talk Show & Book Review “Komunikasi Krisis” dan mengundang Ibu Puspitasari (Dosen Universitas Indonesia, dan pengarang buku ‘Komunikasi Krisis’) sebagai narasumber di acara yang diadakan di Library Lounge ini. Sekitar pkl. 09.30 wib acara dimulai dengan kata sambutan dari Wakil Rektor Bidang Operasional, Bapak Laij Victor Effendi, S.E., CMA. dan dilanjutkan dengan penandatanganan MOU kerjasama antara pihak Universitas Ciputra yang diwakilkan oleh Bapak Laij Victor Effendi, S.E., CMA. dan pihak penerbit BPK Gunung Mulia yang diwakilkan oleh Kepala Cabang BPK Gunung Mulia Surabaya, Bapak Yulius Gonggo. Ibu Rebeka Tumakaka selaku staff bagian Promosi Indonesia Timur juga turut memberikan kata sambutan sebelum acara dilanjutkan ke sesi Talk Show yang kali ini menunjuk Ibu Monika Teguh, S.Sos., M.Med.Kom. (Dosen Program Studi Marketing Communication – MCM) sebagai moderator.
Di awal talkshow yang dihadiri oleh 65 orang peserta ini, Ibu Puspitasari memberikan gambar foto tentang kunjungan Presiden Jokowi ke Masjid Niujie di Beijing di mana foto tersebut adalah contoh komunikasi non verbal yang dilakukan Presiden Jokowi untuk menepis berbagai isu yang berkembang saat ini di masyarakat. “Dalam mengatasi krisis tidak harus menggunakan ungkapan secara verbal, tetapi juga bisa menggunakan perangkat non-verbal.” Kata Ibu yang juga pengajar di Fakultas Komunikasi Universitas Indonesia ini. Dijelaskan pula bahwa krisis bukanlah selamanya sebuah ancaman, namun krisis juga bisa menjadi sebuah peluang, sama halnya ketika mengalami putus cinta, bisa dilihat sebagai krisis ancaman terhadap masa depan, tapi bisa juga dilihat sebagai peluang untuk mendapatkan pacar baru. Dari krisis yang dilihat sebagai peluang maka muncul optimisme bahwa krisis akan dapat terselesaikan.
Dalam menghadapi sebuah krisis yang harus kita lakukan adalah; Harus memiliki kemampuan mendengarkan dan mengamati, setelah itu kita harus mencoba “action” dalam menghadapi konflik, dan terakhir kita harus memiliki kepekaan yang kuat terhadap konflik karena jika kita tidak memiliki kepekaan maka kita akan kesulitan dalam menyelesaikan sebuah konflik.
Komunikasi krisis merupakan suatu keahlian dari profesi bidang corporate communication atau PR yang dirancang untuk melindungi dan membela organisasi baik profit dan non profit munculnya tantangan dari stakeholder eksternal terkait dengan reputasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi krisis merupakan suatu cara untuk menyelesaikan sebuah konflik atau problem dengan cara mengumpulkan data terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah keputusan dalam menyelesaikan konflik atau problem tersebut.
*Untuk foto-foto yang lain, silahkan klik di sini.


