Tambah Guru Besar Tiap Tahun di Berbagai Kampus

Jawa Pos. 31 Januari 2024

Kebutuhan profesor di setiap kampus, terutama satu prodi satu profesor, adalah untuk mewujudkan universitas berkelas dunia atau world class university. Hal itu otomatis akan bisa memberi nilai tambah bagi perguruan tinggi.

Sampai akhir 2023 lalu, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim mencatat penambahan guru besar di Jawa Timur mencapai 139 orang. Jumlah itu naik pesat setelah sebelumnya hanya 13 guru besar pada pertengahan 2022. Tahun ini, hingga kemarin (30/1), di Jatim, tak terkecuali Surabaya, diharapkan bisa terus menyumbang guru besar dari setiap kampus.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Prof Dr Dyah Sawitri SEMM mengatakan, jumlah guru besar atau profesor di Jatim masih sangat kurang. Sebab, jumlah ideal profesor di setiap kampus itu minimal harus ada satu orang di setiap program studi (prodi). “Tapi kami terus berusaha untuk melakukan pemahaman terkait pentingya jabatan fungsional dosen,” ujarnya.

Pemahaman itu pun membuahkan hasil. Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, peningkatan dosen yang menjadi profesor sudah mencapai 139 guru besar. “Angka itu diperoleh sampai Desember lalu saja. Bagi kami itu luar biasa. Dan hanya di LLDIKTI Wilayah VII yang bisa menambahkan seperti itu se-Indonesia. Dan tahun 2024 awal saat ini pun sudah bertambah lagi empat guru besar dari Universitas Ciputra (UC) yang baru saja dikukuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, kampus-kampus di Surabaya, khususnya di wilayah barat, juga tidak mau kalah untuk bersaing. Di UC sendiri yang baru saja mengukuhkan guru besar pekan lalu kini mempunyai total 14 guru besar. Selain itu, ada Ubaya West Campus yang akan buka tahun ini. Meski merupakan kampus cabang baru, dosen-dosen yang dikerahkan tetap terintegrasi dengan kampus pusat. Begitu juga para profesornya.

Jumlah profesor di kampus tersebut sudah mencapai 17 profesor aktif dan 21 emeritus profesor. “Dan di Februari, kami akan ada pengukuhan untuk lima guru besar lagi. Ubaya sendiri punya target 55 guru besar sampai tahun 2027 mendatang,” jelas ZhaZha Elenita Santoso, humas Ubaya. (ama/c17/may)