Menjelang Valentine biasanya dimanfaatkan untuk membeli hadiah atau aksesori anyar menemani momen special. Salah satunya adalah tas. Penggunaan warna merah muda tak melulu menjadi pilihan utama. “Sekarang bisa dengan warna-warna lain seperti merah hingga ke spektrum kecokelatan,” ujar Felicia Yuwono, regional manager Trans Fashion Indonesia. Warna-warna tersebut digunakan dalam salah satu koleksi yang dikeluarkan sejak tahun lalu.
Koleksi bertema Romantic Abundance itu juga mengambil kesan klasik dalam desain. “Jadi, bukan hanya warna. Dari desain, kami coba ambil paduan fashion pada decade 1930 dan 1970,” paparnya.
Salah satu desain yang tampak menonjol adalah penggunaan corak renda pada tas. Renda tersebut tidak terbuat dari kain renda biasa, tetapi berbahan kulit sapi. “Biasanya, tas kulit ya polosan saja. Nah, sekarang coba dengan desain seperti ini,” katanya.
Beberapa lapis renda dibuat menumpuk sebagai hiasan di bagian tengah tas. Corak itu biasa ditemui di pakaian dan aksesori pada decade 1930 dan 1970-an. Pembuatannya memang butuh teknik laser cut untuk memberi corak yang persis renda.
Desain pada tas yang cukup ramai biasa dipadukan dengan gaya pakaian yang simple dan elegan. Pilihan jumpsuit atau dress polos cukup cocok menemani pilihan tas yang sudah bercorak. Tak lupa, paduan warna pakaian dengan tas yang digunakan. Tas merah marun dengan gaun hitam atau tas hitam dengan gaun merah marun bisa jadi paduan pas. Tak terlalu kontras, tetapi juga tetap memberikan ruang agar tas tetap tampak sebagai aksesori.
Sumber: Jawa Pos, 13 Februari 2021

