Cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, selalu memberikan pesan moral yang patut untuk diteladani. Sayangnya, generasi muda saat ini cenderung lupa bahkan tidak tahu mengenai cerita rakyat tersebut.
Berlatar belakang hal itu, Daigo Tanu Saputra membuat sebuah desain baju batik yang dapat bercerita. Desain tersebut diberi nama Nala Carita.
Kepada Basra, Daigo bercerita, jika ia ingin memberikan cerita tentang budaya kepada masyarakat lewat batik.
“Nala Carita karena ingin memberikan cerita kepada masyarakat tapi lewat batik. Nala sendiri berarti dari hati, kalau carita kan cerita. Jadi ingin menyampaikan cerita dari hati,” ucap Daigo pada Basra, Kamis (8/6).
Daigo mengungkapkan, dalam pemilihan batiknya ia terinspirasi dari batik khas Kediri yang bernama Kediren. Di mana batik tersebut akan didesain dengan motif cerita-cerita khas Kediri.
Salah satu cerita yang telah diangkat oleh Daigo yakni cerita Panji. Cerita tersebut mengisahkan tentang perjuangan dan semangat sosok Panji atau Inu Kertapati dalam menemukan sang dambaan hati dan proses penerimaan diri.
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
“Sebelum kisah Panji ini, di edisi sebelumnya saya sudah membuat desain tentang Kuda Lumping. Kalau cerita Panji ini memberikan kita refleksi untuk selalu semangat dalam mendapatkan hal yang kita inginkan, walaupun ada rasa putus asa yang menghampiri,” jelas mahasiswa Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra ini.
Terkait desain motif batik yang ia buat yaitu, kepala Panji yang ada di dalam Peta Kediri. “Batch Panji ini saya gunakan warna biru karena menyesuaikan target market. Selain itu warna biru juga sesuai dengan cerita Panji,” ungkapnya.
Ke depan, Daigo berencana akan membuat motif batik lain yang berkaitan dengan Kediri. “Mungkin akan ada cerita Gunung Kelud dan lainnya. Karena untuk saat ini saya masih fokus di daerah Kediri saja,” tuturnya.
Dengan hadirnya Nala Carita ini, Daigo berharap anak muda dapat mengenal tentang budaya atau cerita rakyat dan mencintai batik.