DRAMA Korea (drakon) Mr Da Queen yang ditonton Riski memang sedang moncoc Dibintangi Shin Hye Sun dan Kim Jung Hyun ini itu bahkan kembali mencetak rating tinggi di awal Februari 2021.
Di situ ada Kim So-yong yang diperankan Shin He-sun, Nah Kiki menyukai pemerannya. Perubahan karakter dia yang terjadi ketika dipilih jadi calon ratu bagi Raja Cheoljong itu sangat menarik.
“Menontonnya akhir-akhir ini bikin saya terpikir membuat tusuk konde yang dipakai sang calon ratu yang tomboy itu. Ambil bahan-bahan yang ada mulailah saya membuatnya,” kata Kiki, panggilan Riski Hapsari.
Begitu selesai membuatnya satu sebagai percobaan, Kiki langsung terpikir untuk memproduksi tusuk konde serupa untuk jadi keluaran terbaru Koleksikikie.
“Setelah menghitung-hitungnya tusuk konde ini saya jual antara Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu. Agak mahal karena memang bahannya cukup bnayak ragamnya ya,” kata ibu empat anak itu.
Bahkan Kiki langsung membuat tutorial membuatnya di channel akun YouTube koleksikikie, Selama 43 menit 34 detik itu Kiki menunjukkan caranya.
Seperti biasa setiap kali dia membagikan cara membuat aksesori, kreativitas masing-masing pembuat sangat menentukan. Kiki hanya memberikan panduan namun dia sangat membebaskan siapa saja untuk mengembangkannya sendiri.
“Tak hanya bentuknya saja yang bisa disesuaikan namun bahan-bahanny pun terserah yang dipunyal. Namun kalau mau persis seperti yang saya pandu, kebetulan di Kolokaikikio tersedia somu bahannya. Termasuk alat-alatnya,” terangnya.
Membuat tusuk kondo ini disarankan Kiki untuk memperhatikan omamen khas yang dibutuhkan. Terutama koin koin lawas dan lempengan berukir wama logam bakar. “Yang dibutuhkan utama lag ya manik-manik kerang. Kalau enggak ada bisa daun kaca. Pokoknya yang lebar,” ujarnya.
Dengan kawat ukuran 0,4 milimeter, Kiki mulai membuatnya. Diambil sepanjang 1 meter Kiki menyarankan untuk memakai kawat super. Sebab bisa membuat rangkalan tersusun kokoh. Tidak mudah goyang atau loyo karena menyangga manik-manik yang berat.
Dengan manik-manik kerang itu, dibuatlah tiga rangkalan dasar “Jepit ujungnya. Putar-putar. Semua dilakukan dengan prinsip itu. Fungsinya selain menguatkan rangkaian domi rangkaian car aitu adalah untuk mengunci sehingga aksesori tak akan terbural jika salah satu manik lepas,” paparnya.
Lantas dilanjutkan dengan menambahkannya dengan manik manik yang bulat. Ukuran 12 milimeter. Susun dari yang paling besar dulu lalu ke yang kecil. Misalnya ukuran 10 millimeter ke bawah.
“Kalau mau ukuran yang lebih kecil pun bisa. Justru akan lebih detall. Manik manik totesnya pun dalam berbagai ukuran. Terserah. Menyusunnya bisa dipikirkan bagaimana baiknya. Yang penting menyatu,” katanya
Tak lupa semua manik-manik bulat maupun yang tetes selalu diberi cangkang atau topi hias. Tujuannya membuat manik-manik yang semula biasa akan jadi mewah.
Bahkan penggunan cangkang yang berbeda akan mengesankan ada rangkaian bunga yang berbeda-beda di dalam tusuk konde.
Perlu diingat yang penting saat menguncinya semua bagian belakang dan depan harus dirapikan. Karena tusuk konde akan terlihat dari dua sisi.
Ada lagi manik-manik kristal berukuran 12 millimeter yang ikut dirangkai dalam tusuk konde. Biar makin mewah. Menyusul omamen koin dan bahan lainnya. Dalam waktu tak kurang sejam, tusuk konde itu sudah jadi.
Meskipun terinspirasi dari drama Korea tentang korajaan namun Kiki memodifikasi dengan penggunaan bahan yang ada.
Menurut Kiki, tusuk konde ini bisa dipakai untuk keperluan riasan wajah dan rambut. Pemakaian tusuk konde in umumnya lebih sering dipakai pada event khusus seperti pre-wedding atau pesta yang bertema. Atau sekadar sesi foto foto tematik untuk portofolio model atau MUA atau busana pun bisa
Kiki bahkan langsung cekatan membuat photo session begitu tusuk konde itu jadi. la mengajak model There Sakirana Make-up diurus Grona,makeupartist, hairdo oleh @handlee hairdresser, aksesorinya dari saya, @koleksikikie Dilakukan di Prime Studio Surabaya.
Ide kolaborasi itu sebenamya sudah sering dilakukan. Kiki biasanya menggelar pemotretan bareng untuk menghemat biaya promosi.
“Kami saling mendukung dengan biaya lebih ekonomis. Kebetulan ada permintaan make-up tema sinchia. Lalu tusuk kondenya dibuatlah satu yang wama merah agar sesual,” terangnya.
Kalau melihat penggunaannya, tusuk konde semacam itu biasanya cocok dengan gaya rambut bulat yang dikenal dengan nama eoyeo meorimeori. Gaya rambut perempuan kerajaan Korea. Karena hanya wanita anggota kerajaan yang boleh momakai gaya rambut ini.
Tusuk konde yang besar dan kecil biasanya menjadi salah satu hiasannya. “Sebenamya soal penggunaannya terserah sih. Sesuai selera. Namun kalau rangkaian saya arahkan itu tak dipakai sebagai tusuk konde pun tak masalah,” katanya.
Misalnya pada bagian belakang disematkan peniti. Jika demikian bisa maka akan jadi bros. Jadi jepitan rambut kalau yang dipunyai di rumah adalah kaitan jepit rambut. Atau jadi aksen hiasan yang lain.
Setelah membuat tusuk konde ala Korea ini, Kiki sudah menerima tawaran Dalam waktu dekat ada permintaan kerja sama dari sebuah restoran di Jombang yang juga menyediakan hanbok. Untuk melengkapi sesi pemotretan on the spot.
“Rencananya tusuk konde ini akan dipakai dalam pemotratan tersebut,” ungkapnya.
Ya Ini nih namanya berkah melihat drakor (Heti Palestina Yunani)
Sumber: Harian DI’S Way.12 Februari 2021.Hal.46-47

