Terpikat Rasa Lezat Soto Padang Mangkuto

29 November 2021. Hal. 24

Senang mencoba berbagai varian soto dari Tanah Air? Soto khas padang dari Soto Padang Mangkuto bisa jadi pilihan. Kedai ini sudah berdiri sejak 1966.

Hampir setiap darah di Nusantara punya sajian soto. Padang, yang terkenal rendangnya pun, punya kuliner soto yang khas.

Tapi tak usah jauh-jauh ke Padang, Anda bisa menyantap soto yang lezat di Soto Padang H. St. Mangkuto di Jalan Pintu Air Raya, Jakarta Pusat. Nelly, pengelola kedai ini, menerangkan ayahnya merintis usaha soto sejak 1942 di Padang.

“Yang membuat resep adik perempuan bapak dan suaminya. Ayah saya sebagai abang ikut membantu, jadi dia tahu persis resepnya. Lalu ada yang minta buka di Jakarta, di 1966 kita ke Jakarta,” ujar Nelly.

Sesuai dengan namanya, tentu soto padang jadi menu utama kedai ini. Selain itu, ada sate padang dan nasi goreng rendang. Nelly menyebut, ini karena banyak pelanggan meminta adanya menu lain, jadilah sate padang dan nasi goreng rendang pun ditambahkan.

Kami pun segera memesan soto padang beserta sate padang. Dalam semangkuk soto padang, bisa didapatkan soun, potongan-potongan kecil daging sapi, perkedel, yang disiram kuah dan dibubuhi bawang goreng dan seledri.

Aroma soto ini amat menggiurkan. Saat disantap pun kuahnya lezat dan begitu hangat. Rasanya gurih dengan rempah yang kuat. Daging sapinya pun renyah dan tak kalah legit.

Soto padang Mangkuto memang unggul di kuah dan dagingnya. “Rempah-rempahnya sudah spesifik berapa takarannya. Keduam dagingnya itu rasanya crispy,” ujar Nelly.

Beralih ke sate dengan kuahnya yang tak pelit. Dagingnya terasa empuk dan kuahnya kaya dengan rempah. Nelly menyebut, supaya empuk, daging sate ini memang direbus lebih dulu lalu dipotong-potong.

Lantaran tergolong sate padang panjang, bumbunya berwarna kuning. Kaya akan kunyit. Ini berbeda dengan sate padang pariaman yang warnanya lebih kemerahan.

Lika, salah satu pengunjung, mengaku senang makan di kedai ini. Tapi dia lebih menyukai sate, walau menu andalan di sini soto. “Dagingnya tidak alot dan kuahnya banyak. Kuahnya juga ditambah sambal lebih terasa nikmat,” katanya.

Resep paten sejak 1942

Meskipun sudah beroperasi puluhan tahun dan bahkan pindah ke Jakarta, ternyata Soto Padang H. St. Mangkuto masih tetap mengikuti resep yang sudah dibuat sejak tahun 1942. Menurut Nelly, hanya keluarganya pula yang mengetahui seperti apa takaran setiap bumbu yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, Nelly pun menjamin mutu dan kebersihan setiap bumbu yang digunakan. Menurut Nelly, bumbu-bumbu yang digunakan di Mangkuto diolah sendiri. Kedai ini memiliki mesin untuk mengolah setiap bahan baku rempah.

“Kami punya mesin penggiling rempah sendiri. Tidak digiling di pasar supaya kebersihannya terjaga. Jadi nanti rempahnya itu seperti bubuk kopi. Cabainya juga kita beli yang masih fresh, lalu kita olah di mesin sendiri. Begitu juga bumbu dapur lain seperti jahe dan lengkuas,” terang Nelly.

Menurut Nelly, mutu serta kebersihan makan begitu dijaga supaya tetap baik disajikan kepada konsumen. Apalagi, menurutnya, bila lembaga pemerintahan yang memesan makanan ini, aspek kebersihan pun sangat diperhatikan.

Nelly pun mengatakan, usaha soto padang ini akan terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Maka, penerus selanjutnya akan dipersiapkan supaya usaha yang dirintis sejak 55 tahun lalu ini tidak sia-sia. Apalagi, menurutnya, tempat makan ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Nah, bila tertarik menikmati kelezatan sajiannya, Soto Padang H. St. Mangkuto tak hanya bisa ditemui di Jakarta Pusat. Tempat makan ini memiliki cabang lain di Jalan Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan, dan Jalan Boulevard Raya, Jakarta Utara. Mesti ada tiga gerai, tetapi Nelly memastikan, seluruh bahan yang digunakan berasal dari pusat yang sama.

Tempat makan ini beroperasi setiap hari, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Namun, saat hari kerja, kedai ini akan ramai dikunjungi orang kantoran di makan siang. Sementara, di akhir pekan, banyak keluarga yang mengunjungi Soto Padang Mangkuto.

Dari sisi harga, seporsi soto padang dihargai Rp 42.000, sate padang Rp 38.000, nasi goreng rendang Rp 40.000. Sebagai pelengkap, tersedia aneka jus serta berbagai jenis kerupuk.

Oh, ya, bila tak sempat datang langsung, Soto Padang Mangkuto juga tersedia di GoFood maupun Grabfood.

Pesanan Datang Dari Istana hingga Hotel Besar

Menggunakan resep yang dibuat sejak tahun 1942, Soto Padang H. St. Mangkuto terbilang sudah melegenda. Dibawa ke Jakarta tahun 1966, soto racikan kedai ini pun digemari banyak orang.

Nelly, penerus Soto Padang H. St. Mangkuto, pun bercerita, sajian kedainya pernah masuk Istana Negara. “Kita ke istana diundang Pak Harto mengundang makanan-makanan yang melegenda yang tetap bertahan dan enak,” kenang Nelly.

Dia pun menyebut, soto padang Mangkuto juga pernah digunakan sebagai pilihan makanan Abang None Jakarta, juga pernah menjadi sajian untuk rapat para menteri. Tak hanya itu, beberapa pejabat negara pun kerap menikmati makanan dari kedainya.

Tak hanya dijajakan di kedai, Soto Padang H. St. Mangkuto juga menyediakan katering. Tak hanya menu soto, menu lain yang bisa dikatering adalah sate padang.

Dia menyebut, biasanya Soto Padang Mangkuto melayani pesanan katering untuk perkantoran, baik kementerian dan perusahaan swasta, hingga hotel-hotel, seperti Kempinski, Shangrila, Ritz-Carlton, Borobudur, dan lain sebagainya.

Namun, selama 2 tahun pandemi, tidak ada pesanan katering yang masuk mengingat pemerintah memang membatasi acara yang melibatkan banyak orang. “Selama 2 tahun terakhir Covid-19 ini tidak ada pesanan. Ini baru mulai lagi sudah ada pesanan ke hotel dan perusahaan,” ujar Nelly.

 

Live draw hk