48 Busana Terinspirasi Banyak Negara
SURABAYA – Bahan-bahan tradisional Indonesia tidak hanya bisa diaplikasikan pada busana khas daerah asal. Aneka kain cantik itu mungkin juga diaplikasikan menjadi busana yang terinspirasi pakaian khas Negara-negara di seluruh dunia.
Buktinya, Sabtu malam (23/5) sebanyak 13 desainer dari Alvera Fashion and Creative memamerkan hasil rancangan mereka. Semua merupakan kombinasi bahan tradisional yang terinspirasi busana khas negara di dunia. Bertema Heritage Traveler yang berarti perjalanan budaya, 48 model yang mengenakan koleksi tersebut tampil menawan saat pergaan busana dalam acara Pasar Malem Tjap Toendjoengan di Food Festival, Pakuwon City.
Menurut Ratna Mulyawati, owner Alvera Fashion and Creative, rancangan murid-muridnya kali ini merupakan pembuktian bahwa kain Nusantara tetap bisa terlihat cantik dalam desain busana dari berbagai negara. Melalui Heritage Traveler itu, anak didiknya diharapkan mampu menjadikan budaya asing sebagai sumber inspirasi. “Namun, tetap bisa mengangkat kekayaan lokal melalui bahan-bahan yang dipakai,” katanya.
Bahan-bahan seperti batik, tenun, dan songket terlihat menawan. Misalnya, rancangan Nasta Rofika yang terinspirasi busana Afrika. Didominasi merah, bahan tenun yang digunakannya terlihat sangat Indonesia.
Santi Susanti, promotion manager East Coast Mall and Food Festival, menjelaskan, parade fashion malam itu dinilainya special. Sebab, fashion show yang biasanya diadakan di catwalk ataupun acara-acara mewah kali ini bisa dilaksanakan di bazar rakyat seperti Pasar Malem Tjap Toendjoengan.
Tema Heritage Traveler, menurut Santi, juga sesuai dengan misi yang ingin dibawa festival tersebut. “Bajunya keren-keren, sesuai dengan tema Tjap Toendjoengan. Bagus banget pokoknya,” tutur Raufaqieb, pengunjung.
Sumber : Jawa Pos, Senin 25 Mei 2015

