Tetap Kuat dan Sehat di Usia Senja.Kompas.5 September 2014.Hal.12

Seiring laju usia, fungsi organ tubuh makin berkurang. Menjaga kesehatan dan asupan sejak dini, terutama makanan dan minuman berkalsium, menjadi penting untuk diperhatikan.

Issa Almawadi

JAKARTA. Seiring pertambahan usia, fungsi organ tubuh manusia yang menunjang aktivitas kian menurun. Ditambah lagi peningkatan risiko serangan berbagai penyakit, terutama penyakit degeneratif, semisal jantung, stroke, kanker, hipertensi, diabetes, kolesterol, obesitas, dan osteoporosis di usia senja.

Salah satu keluhan yang banyak muncul kala usia menapak senja adalah kekuatan tulang. Maka itu, kita membutuhkan bermacam asupan makanan dan minuman yang bisa menguatkan, meningkatkan kepadatan tulang.

Asupan kalsium yang seimbang tentu menjadi  salah satu solusinya. Kalsium sendiri merupakan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh dan mudah didapatkan pada berbagai jenis makanan.

Selain itu, kalsium juga berfungsi membantu metabolisme tubuh, kinerja jaringan saraf, memperkuat oto tubuh, dan membantu proses kinerja tulang. Saat kekurangan kalsium, maka tubuh akan mengambil mineral tersebut dari tulang kita.

Untuk itu, pencegahan pengeroposan tulang meski dimulai sejak dini. Pilihan makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin D dan kalsium tinggi merupakan keharusan yang perlu terpenuhi.

Dr Dian Alhidayati, praktisi kesehatan asal Riau mengatakan, kalsium harus menjadi tabungan manusia sejak masa anak – anak hingga remaja. Menurut Dian, tulang kuat yang berasal dari asupan kalsium tinggi tidak begitu saja diproduksi tubuh kita. Sementara, penyerapan kalsium ke tulang akan semakin maksimal, dengan adanya nutrisi dari vitamin D.

Maka itu, Dian menyarankan, sebaiknya sejak muda harus lebih banyak memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung kalsium, terutama dengan bantuan sinar matahari. “Dengan sinar matahari, vitamin D yang berasal dari makanan atau minuman, akan membantu lebih cepet penyerapan kalsium pada tulang,” imbuhan Dian.

Dian mengingatkan agar mengonsumsi makanan berkalsium dari berbagai bersumber. “Contohnya susu, ikan salmon, dan brokoli yang rendah kalori yang juga dijuluki sebagai sayuran terbaik untuk kesehatan,” ujarnya.

Selain beberapa makanan tadi, buah – buahan seperti alpukat juga bisa menjadi sumber kalsium. Lalu, bisa juga dari daging, seperti sarden dengan tulang lunak dan makanan sereal. Kacang – kacangan seperti almond juga baik dikonsumsi. Seperempat cangkir almond setara dengan gelas susu.

Dr Safrinal Sofian, dokter RS Bunda Jakarta menambahkan, bebrapa jenis makanan lain yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tulang adalah keju, dan ikan – ikan laut. Selain itu, yogurt juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh. “Jangan lupa juga sinar matahari yang ideal atau sinar matahari pagi. Jadi, sejak kecil harus dijaga,” imbuhnya.

Kurangi olahraga berat

Safrinal juga menyarankan agar mengurangi plahraga berat bagi mereka yang sudah berusia di atas 35 tahun. Olaharaga, lanjut dia, memang baik untuk menguatkan tulang selama usai kita masih dianggap muda.

Suplemen pun dibutuhkan jika keadaan kita memang memungkinkan.  “Meski begitu, konsumsi suplemen pun perlu diatur. Karena yang namanya obat – obatan pasti ada dampaknya juga bagi tubuh,” tambahnya.

Di usai senja, kerapuhan tulang menjadi salah satu yang peling menyebalkan. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama osteoporosis. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat – sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Secara sederhana, Dian menerangkan osteoporosis merupakan kerapuhan tulang karena pengeluaran kalsium dari tulang/ “Jadi, 99% kalsium disimpan di tulang. Tapi ada saat dimana kalsium dalam tulang semakin berkurang. Itulah mengapa terjadi osteoporosisi,” kata Dian.

Menurut Dian, sebagian besar osteoporosis memang terjadi [ada prang tua alias ditentukan oleh faktor umur. Menurut Dian saat memasuki masa senja, proses penyerapan kalsium mulai tidak maksimal lagi.

Meski begitu, pada orang yang masih muda juga bisa terkena osteoporosis. “Orang muda juga bisa terkena. Terutama bagi wanita yang menyusui, hamil, dan orang – orang yang kekurangan nutrisi kalsium, “katanya.

Pada dasarnya, alnjut Dian, osteoporosis bisa terkena pada siapa saja. Namun, penderita osteoporosis lebih banyak didominasi kaum perempuan.

Sumber: Kontan, Jumat, 5 September 2014