Mayjen Sungkono- meski pun kegiatan fashion show di Surabaya sempat mandek total selama pandemi titik bukan menjadi halangan bagi 44 mahasiswa semester akhir program studi fashion product Design and business (FDP)  Universitas Ciputra Surabaya untuk berkarya

di pameran virtual fashion show yang bertajuk The Fashionology survivance Di ini sama para mahasiswa berhasil lahirkan 44 brand baru. dari 44 brand baru tersebut, Setiap brand mengeluarkan 5 lux koleksi berbeda-beda.

Ketua program studi dan koordinator final Project virtual fashion show, Marini unit attanzil mengatakan, dalam show kali ini dibagi menjadi 3 subtema titik antara lain covid-19 Indonesia culture and craftsmanship.

“ Kenapa tema ini dipilih, karena kami ingin para mahasiswa mengeluarkan semua produk yang dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat.”  kata Marini, Jumat (1/10).

Produk yang dipamerkan, lanjut Marini, nantinya bukan hanya busana saja, tetapi ada beberapa variasi aksesoris lainnya. seperti busana pesta, busana sehari-hari, aksesoris seperti tas sama sepatu, dan sebagainya.

semua brand ini bukan hanya dipamerkan secara virtual, nantinya masyarakat bisa mengakses sosial media dan notebook memiliki ke-44 brand baru karya mahasiswa tersebut. “ jadi setiap barang sudah punya akun Instagram sendiri-sendiri dan cara menjualnya melalui online,”  jelas Marini.

contohnya, Marini menunjukkan, ada salah satu produk fashion Karya mahasiswa UC Surabaya yang membuat busana batik asal Kalimantan. Busana tersebut sempat dilirik oleh pemesan karena tertarik dengan karyanya “ jadi penjualan lewat online ini sangat pas di Karaban demi titik pusat siswa saya belum launching sudah ada minat Titik maka dari itu kami sistemnya periode dulu,”  katanya.

salah satu brand yang menarik adalah Dea Devina Agatha milik Devina Agatha Sun layadi yang mengusung subtema Indonesia culture. ia menciptakan busana tradisional khas Kalimantan Timur koleksinya itu diberi nama yang artinya moment menampilkan keindahan budaya dalam pakaian adat Kaltim dengan sentuhan modern.

“ brand ini menampilkan keindahan budaya Dalam pakaian adat Kaltim. Devina mendesain busana untuk wanita karir dengan mengaplikasikan ragam hias khas Kaltim dengan teknik manik-manik dan bordir dengan gaya modern elegan. jadi wanita yang memakai busana ini akan tampil percaya diri tangguh bekerja keras, dan martabatnya tinggi di,”  urainya. (gin/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 2 Oktober 2021.