Sumber:https://fobiz.id/06/11/2025/thriving-in-turbulence-semangat-uc-makassar-menghadapi-tantangan-kewirausahaan-global/

“Thriving in Turbulence”: Semangat UC Makassar Menghadapi Tantangan Kewirausahaan Global

6 November 2025

FOBIZ.ID, MAKASSAR – Universitas Ciputra Makassar (UC Makassar) kembali menegaskan perannya sebagai kampus unggulan di bidang kewirausahaan dengan menyelenggarakan The 12th International Conference on Entrepreneurship (ICOEN) 2025. Tahun ini, konferensi internasional tersebut mengusung tema “Thriving in Turbulence: How Entrepreneurs Navigate Disruptive Global Challenges,” yang menyoroti pentingnya ketangguhan dan inovasi di tengah ketidakpastian global.

Acara bergengsi ini mempertemukan akademisi, praktisi bisnis, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi pandangan dan strategi dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Ketua Panitia ICOEN 2025, Dr. Adi Kurniawan Yusup, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, dengan menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, dan Vietnam.

“Konferensi ini bukan hanya ajang ilmiah, tetapi juga wadah kolaborasi global untuk bersama-sama merespons dinamika bisnis yang kompleks dan tidak menentu. Melalui diskusi lintas negara, kita dapat menemukan cara baru untuk beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah ketidakpastian,” ujar Dr. Adi.

Campus Director UC Makassar, Dr. Ir. Tony Antonio, M.Eng., menjelaskan bahwa tema “Thriving in Turbulence” mencerminkan semangat agar wirausahawan tidak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang di tengah disrupsi global. “Kita ingin menanamkan mindset resilien dan inovatif kepada generasi muda. Tantangan global seperti disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, dan krisis ekonomi justru menjadi momentum untuk tumbuh lebih kuat,” jelasnya.

 

 

ICOEN 2025 mencatat lebih dari 200 karya ilmiah yang dikirimkan dari akademisi dan praktisi bisnis berbagai negara. Tak hanya berfokus pada diskusi akademik, konferensi ini juga menampilkan kegiatan pengabdian masyarakat (community engagement) bersama pelaku UMKM di kawasan Bantimurung, sebagai wujud nyata kontribusi UC Makassar terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa hasil penelitian dan diskusi tidak berhenti di ruang konferensi, tetapi benar-benar berdampak pada masyarakat. UMKM perlu didukung agar bisa naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan pasar,” tambah Dr. Adi.

Beragam topik strategis turut dibahas dalam konferensi ini, mulai dari transformasi digital, krisis energi, perubahan perilaku konsumen, inovasi UMKM, hingga kolaborasi lintas negara dan teknologi.

Dekan School of Business and Management UC, Damelina Basauli Tambunan, menegaskan bahwa ketidakpastian global bukanlah hambatan, melainkan peluang bagi wirausahawan yang mampu berpikir kreatif. “Kewirausahaan sejati lahir dari ketidakpastian. Justru di situ muncul ide-ide baru yang mampu mengubah tantangan menjadi solusi. Generasi muda harus memiliki wawasan global dan kemampuan beradaptasi agar bisa memimpin perubahan,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan ICOEN ke-12 ini, Universitas Ciputra Makassar memperkuat komitmennya sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan inovasi di kawasan timur Indonesia. Ajang ini menjadi jembatan antara dunia akademik, dunia usaha, dan masyarakat untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan di tengah arus perubahan dunia.