DARI konsep arsitektur, ada beberapa hal yang harus dicermati orang tua dalarn membuat kamar bayi. Arsitek Maureen Nuradhi mengatakan, secara tata letak, sangat disarankan kamar bayi dekat atau punya akses dengan kamar orang tua. “Lebih aman begitu. Apalagi, ibunya memberikan ASI eksklusif,” ucap perempuan yang juga dosen Universitas Ciputra tersebut.

Lalu, kamar harus mempunyai akses ventilasi yang cukup. Bila memungkinkan, ada jendela yang bisa di-buka setiap pagi. Sebab, kamar bayi tidak boleh lembap.

Bila ada kamar mandi di dalam, memang bagus. Namun, sebaiknya kamar mandi kering dan juga punya jendela kecil. Dengan begitu, tingkat kelem-bapan bisa diminimalkan. Jika ingin. menambahkan AC, sedari awal jalur aliran listrik harus disiapkan juga.

“Kalau orang tua memilih renovasi kamar bayi, sebaiknya bahan lantai, dinding, dan plafon mudah dibersihkan,” katanya. Lebih baik juga cat dinding water based. Dengan demikian, ketika terkena air atau cipratan bahan kimia, dinding bisa segera dibersihIcan. Meski diawal berbau tajam dan membuat mata pedih, itu bagus karena.mengandung antirayap.

Idealnya, untuk memulai renovasi, paling lambat adalah lima bulan sebelum kelahiran bayi. Maureen menyarankan supaya orang tua tidak ragu berrnain dengan gaya desain, warna, dan motif. Berkaitan dengan psikologi warna untuk ruang istirahat bayi, pilih warna pastel yang lembut dengan motif yang lucu. (ina/c4/jan)

Tidak Boleh Lembap. Jawa Pos. 3 Maret 2016.Hal.18