Sumber:https://kilasjatim.com/2026/02/21/tiga-fk-di-surabaya-buka-9-ppds-baru/

Tiga FK di Surabaya Buka 9 PPDS Baru

21 Februari 2026

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tiga fakultas kedokteran (FK) di Surabaya meluncurkan sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis sebagai bagian dari percepatan pemenuhan tenaga dokter spesialis nasional yang masih defisit dan belum merata. Peluncuran bersama digelar Sabtu (21/2/2026) di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Tiga kampus yang terlibat yakni Fakultas Kedokteran Unusa dengan dua PPDS, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (UC) Surabaya dengan dua PPDS, serta Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya dengan lima PPDS.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang pada 2025–2026 membuka sekitar 156 hingga 160 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis baru. Dengan tambahan tersebut, total program PPDS nasional meningkat dari sekitar 366 menjadi lebih dari 500 program.

Dirjen Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, mengatakan percepatan pembukaan PPDS merupakan strategi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis dan ketimpangan distribusinya. “Kebijakan ini meningkatkan jumlah program PPDS nasional dari sekitar 366 menjadi lebih dari 500 program, sekaligus memperluas akses pendidikan spesialis ke wilayah yang sebelumnya minim tenaga medis,” terang Khairul Munadi.

Ia menambahkan, dengan kapasitas penerimaan sekitar 8.600 residen baru per tahun, pemerintah menargetkan pengurangan kekurangan puluhan ribu dokter spesialis di berbagai daerah. “Langkah ini penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan medis yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tambah Khairul.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Mohammad Nuh, menyebut kolaborasi tiga kampus ini sebagai langkah strategis dan bersejarah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. “Kita menyadari Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis di berbagai bidang penting, mulai kesehatan ibu dan anak, bedah, penyakit jantung hingga perawatan intensif. Melalui sembilan PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga spesialis yang kompeten dan siap mengabdi,” ujar Nuh.

Menurut Nuh, kolaborasi tersebut bukan sekadar penambahan program studi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis rumah sakit pendidikan dan jejaring klinis. “Inisiatif ini sejalan dengan transformasi kesehatan nasional dan diharapkan menjadi model sinergi antar institusi pendidikan kedokteran di Indonesia,” katanya.

Dengan tambahan sembilan PPDS di Surabaya, kontribusi daerah diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan spesialis dan mengurangi antrean serta keterlambatan penanganan kasus kritis di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan peluncuran tersebut juga dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, para pimpinan yayasan dan rektor, serta dekan fakultas kedokteran pembina dari Universitas Airlangga dan Universitas Sebelas Maret.(tok)