Saat daya juang dan ketekunan melemah, banyak orang menyalahkan ketiadaan motivasi. Orang ini mendapatkan semangat dalam mengerjakan sesuatu, tetapi ingin orang lain yang memberikan motivasi. Inilah yang menyebabkan motivasi bisa naik-turun. Padahal, tumbuhnya motivasi perlu dibangun dari diri sendiri.
Alasan lain yang muncul, tidak mudah membangkitkan motivasi ketika mengalami kegagalan. Hal ini wajar karena semua orang pernah mengalaminya. Bedanya, ada orang yang terus bergerak dan bangkit, tetapi ada yang berlama-lama betah dalam keterpurukan.
Jika Anda berada dalam titik terendah di dalam hidup karena kegagalan, hidup tidak lantas berkhir. Selalu ada cara untuk meraih tujuan dan impian yang belum tercapai, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.
Berikut ini sejumlah pertanyaan yang patut dilontarkan untuk diri sendiri. Pertanyaan berikut bisa jadi akan menggugah kesadaran Anda untuk lebih termotivasi dan bersemangat mengerjakan sesuatu.
Sampai Kapan Terpuruk
Banyak orang membiarkan dirinya berlama-lama tertimbun oleh kekecewaan karena gagal dalam melakukan sesuatu. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ruang kegagalan merupakan zona nyaman. Dalam zona nyaman kegagalan ini, seseorang tidak perlu melakukan apa-apa dan segala sesuatu akan berjalan sebagaimana adanya.
Pertanyaan mengenai lamanya keterpurukan akan membuat seseorang berpikir lebih dalam. Meratapi kegagalan merupakan hal yang biasa terjadi, tetapi jangan biarkan menetap terus-menerus. Perkembangan diri seseorang akan terhambat jika seseorang lebih suka berkubang dalam lumpur penyesalan tiada henti.
Ingin Mewujudkan Mimpi
Anda mempunyai segudang mimpi, adakah target waktu didalamnya? Banyak orang memilih menunda-nunda pekerjaan atau usaha karena merasa gagal. Ketika ingin bangkit, rasanya tidak siap dan tidak yakin. Penundaan pun akan semakin lama.
Namun, waktu tidak bisa menunggu. Detik jarum jam akan terus bergerak dan tidak bisa diulangi lagi. Tanpa disadari, detik berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Umur pun bertambah. Pertanyaan diatas sebaiknya menggugah diri sendiri sebagai pengingat akan mimpi?.
Kehidupan Ke Depan
Impian berkaitan dengan masa depan. Jadi, jika terjadi kegagalan dalam perjalanan meraih mimpi dan seseorang tidak mau bangkit, bisa jadi amsa depan yang sesuai impian tidak akan tercapai. Bila impian tidak tercapai, hal ini akan menjadi penyesalan seumur hidup. Padahal, hidup hanya sekali, kesempatan yang sama tidak akan terulang.
Untuk itu, saat mengalami kegagalan, pikirkan tentang impian dan masa yang akan datang. Sebenarnya ada banyak pilihan untuk bangkit dan selalu ada jalan keluar. Namun, kerap kali hal ini seolah tertutup ketika seseorang sudah menyatakan menyerah. Padahal, tidak ada yang tahu pencapaian impian, kecuali menjalani proses menuju perwujudan impian. Tidak pilihan lain kecuali bangkit dan terus berjalan.
Sumber : Kompas. Rabu, 28 Oktober 2015

