Tonjolkan Motif Songket Palembang dan Bali tanpa Payet

17 Juli 2024. Hal. 20

SURABAYA – Keindahan songket Bali dan Palembang serta semangat perempuan Indonesia menjadi inspirasi utama Nurul Sihabudin dalam koleksi terbarunya, Arunika Virama. Arunika diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti cahaya matahari pagi berwarna kuning keemasan. Sedangkan virama berarti senja.

“Kalau digabung, maknanya menjadi keindahan dan semangat pagi dengan keanggunan dan kehangatan senja untuk perempuan Indonesia yang elegan di setiap kesemparan,” kata Nurul kepada Jawa Pos kemarin (16/7). Koleksi tersebut menampilkan rangkuman warna-warni aktivitas perempuan dari terbitnya matahari hingga senja. Semua itu dituangkan dalam material songket Bali dan Palembang.

Semangat pagi dirupakan sebagai jaket berkerah yang dipadukan dengan rok hijau. Warna hijau itu menyimbolkan hijaunya dedaunan yang terpapar mentari pagi. Kemudian, beragam aktivitas di siang hari dilambangkan dengan warna-warna cerah, yakni biru, merah, dan silver. Sedangkan aktivitas di penghujung hari disimbolkan dengan outfit hitam.

Tiap Look Dilengkapi Dua Jenis Songket

Dominasi songket Bali dan Palembang dipadupadankan dalam tiap look dengan serasi. Tidak ada look yang hanya menampilkan satu jenis songket karena dua songket itu saling melengkapi.

Nurul menuturkan, songket Palembang memiliki tekstur dan motif yang lebih lembut. Sedangkan songket Bali memiliki warna motif yang ngejreng. Misalnya, tunik panjang yang berbahan dasar songket palembang warna biru.

Nurul memotong beberapa songket Bali dalam bentuk kotak untuk dipasang sebagai aksen di bagian depan tunik tersebut. Alhasil, tunik itu memiliki perpaduan motif yang unik. “Plus jadi terkesan mewah,” ujar owner Elegant Batik itu.

Selesaikan Semua Koleksi dalam 10 Hari

Nurul sengaja tidak memberikan detail berupa payet karena ingin menonjolkan warna dan motif dari songket itu sendiri. Selain itu, efesiensi waktu juga menjadi alasan. “Enam look itu saya kerjakan hanya dalam waktu sepuluh hari, termasuk proses pengumpulan bahan.” (adn/c6/tia)

Sumber: Jawa Pos