Sumber: https://www.bicarasurabaya.com/berita/29552/transformasi-kebun-binatang-surabaya-dimulai-uc-pimpin-revitalisasi/

Transformasi Kebun Binatang Surabaya Dimulai, UC Pimpin Revitalisasi

9 September 2025

BicaraSurabaya.com – Universitas Ciputra (UC) melalui School of Creative Industry (SCI) resmi menjalin kerja sama dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk proyek rebranding dan revitalisasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ikon legendaris Kota Pahlawan menjadi kebun binatang modern yang ramah keluarga serta relevan bagi generasi muda.

Koordinator program sekaligus dosen Arsitektur UC, Laurensia Maureen Nuradhi, menjelaskan kerja sama ini melibatkan lintas disiplin dari lima fakultas dengan delapan proyek utama. Fokusnya mencakup penataan kawasan, desain seragam, branding, hingga pelatihan bisnis dan pemasaran digital.

“Prioritas awal adalah revitalisasi Gerbang Komodo. Rangkanya sudah ada, kini kami menggarap konsep desain bersama dosen, mahasiswa, dan tim KBS. Setelah itu dilanjutkan dengan tampak depan, interior, hingga pencahayaan akuarium indoor,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Dalam implementasinya, masing-masing fakultas memiliki peran. Fakultas Industri Kreatif menggarap arsitektur kawasan dan tenant, mahasiswa fashion mendesain seragam karyawan sesuai zona satwa, sedangkan Visual Communication Design fokus pada branding, merchandise, dan promosi. Fakultas Pariwisata menyiapkan pelatihan event dan hospitality, sementara Fakultas Entrepreneurship serta Informatika memperkuat model bisnis, riset pasar, dan strategi digital marketing.

Laurensia menambahkan, sekitar 150–300 mahasiswa dari berbagai kelas akan terlibat dalam proyek ini. Nota kesepahaman (MoU) berlaku selama dua tahun dengan pengerjaan bertahap.

 

Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menyambut positif kolaborasi ini sebagai kerja sama perdana dengan perguruan tinggi. “Kami senang sekali, karena kerja sama ini akan mempercepat transformasi KBS menjadi destinasi wisata modern tanpa meninggalkan fungsi konservasi,” ungkapnya.

Terkait pendanaan, Nurika menyebut masih dalam tahap koordinasi. Implementasi akan berjalan bertahap sesuai prioritas pengembangan yang disepakati bersama. (BS/Za)