Berpakaian bukan hanya tentang gaya. Banyak mata yang tertipu melihat tubuh semampai para model saat memperagakan busana model tertentu. Padahal, busana-busana itu masih perlu dikoreksi dengan lekuk tubuh penggunanya.
ADA sebuah cerita tentang gaun yang amat elok. Saat dikenakan di manekin, gaun tersebut terlihat begitu pantas. Seorang gadis tergoda membeli, lalu mencocba mengenakannya. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Lekukan gaun tidak mampu mengakali pinggulnya yang lurus agar terlihat aduhai. Bagian bawahnya yang lurus ternyata juga membuat tubuhnya terkesan kaku. “Itu contoh orang dengan tipe petite shape. Ukurannya terlihat sama dari bahu, pinggang, dan pinggul,” uujar Sheila Andina Inggil, fashion designer.
Dalam banyak kasus, memang banyak ditemui orang-orang dengan pemilihan kostum yang tidak sesuai. Bukan hanya masalah gaya, melainkan potongan juga harus pas untuk setiap bentuk tubuh. Setiap orang, ujar Sheila, memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor seperti susunan tulang, komposisi otot, atau penumpukan lemak.
Beberapa bentuk tubuh itu dapat dibedakan dengan jelas. Bentuk pear misalnya atau biasa disebut bentuk segi tiga. Ciri-ciri orang dengan fisik pear adalah tubuh dengan bagian atas lebih kecil daripada bagian bawah. Bahu dan dada lebih lebih sempit, sementara bagian pinggul melebar. “Orang pear bagus memakai baju dengan kombinasi di bahu. Supaya menyeimbangkan pinggul yang lebar,” ujar anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu.
Ada pula bentuk tubuh apple atau segi tiga terbalik. Apple shape digambarkan dengan bentuk tubuh bagian atas memiliki proporsi lebih besar daripada bagian bawah. Bahu lebar, pinggang kecil, berkaki jenjang, dan berkesan atletis.
“Bentuk tubuh yang ideal itu mirip jam pasir, hourglass shape,” ujar Sheila. Ukuran pinggul dan dada terlihat proporsional. Orang dengan tipe tubuh semacam itu biasanya tidak bermasalah memakai baju berpotongan apa pun.
Mengenal bentuk tubuh, ujar Sheila, harus dibarengi kebijakan mengeksplorasi segala sisi kekurangan dan kelebihan. Tidak baik hanya berpakaian dengan fokus untuk menutupi kekurangan. “Seharusnya, fokus meng-explore kelebihan. Masak dari atas sampai bawah enggak ada yang bagus,” ujar perempuan 31 tahun itu.
Trik tersebut, ungkap Sheila, diterapkan hampir pada semua desainnya. Setiap orang, ujar Sheila, harus tahu bagian tubuh yang bisa dia banggakan. Dengan demikian, perhatian orang akan tertuju pada bagian yang paling bagus dari suatu tubuh. “Bisa bahu, pinggul, atau kaki,” ujar lulusan akuntansi Universitas Kristen Petra itu.
Selain itu, hukum keseimbangan berlaku dalam pemilihan pakaian. Orang dengan bentuk tubuh pear, misalnya, disarankan mencari pakaian untuk menyeimbangkan bentuk bahu yang kecil dengan pinggul yang lebar. Pinggul yang besar bisa diseimbangkan dengan pemilihan rok berbentuk H yang lurus. “Hindari bentuk pensil,” papar anak pertama di antara dua bersaudara itu. Intinya, cari trik untuk menarik perhatian agar orang tidak memandang ke daerah yang kurang. Andita Kevira tidak menyangkal hal itu. Sebagai pemilik tubuh pear, gadis 22 tahun tersebut banyak memilih desain baju dengan aksen yang ramai di bagian dada. Pada lain waktu, dia lebih sering mengenakan dress berpotongan lurus sebatas lutut. “Pilihan Kevira sudah pas. Yang penting, jangan pakai bawahan melebar, nanti kelihatan semakin besar,” ujar Sheila.
Dress Your Body Right:
PETITE
- Pakai atasan yang memberi fokus pada bagian dada.
- Gunakan belt untuk memberi bentuk pinggang. Cari yang berukuran lebar.
- Kenakan atasan dengan kerah U atau V.
- Biarkan bagian bahu terbuka.
- Perbanyak hiasan pada bagian dada depan.
- Beri aksen pada bagian bawah, seperti rok yang menggelembung atau celana longgar.
PEAR
- Gunakan rok atau bawahan model A-line dengan bahan yang ringan agar tidak menambah volume.
- Pilih kerah lebar berbentuk U, V, atau boat-neck.
- Beri detail yang kuat serta bahan agak tebal untuk bagian sekitar bahu atau dada.
- Berikan volume yang lebih untuk bagian atas.
- Hindari aksen berlebihan pada kantong celana.
- Pilih model celana yang langsung jatuh pada bagian terlebar pinggul.
APPLE
- Hindari bawahan terlalu pendek karena mengundang perhatian di sekitar pinggang.
- Pilih kerah lebar berbentuk persegi, U, atau V.
- Kenakan belt ukuran lebar pada bagian pinggang.
- Pilih bawahan cerah dan lebar, seperti rok bubble atau celana dengan detail saku mencolok.
- Pilih detail berpola vertikal untuk bagian atas.
HOURGLASS
- Pada dasarnya cocok dengan tipe apa pun.
- Tonjolkan bagian pinggang dengan belt atau kerutan press-body.
- Pas dengan bawahan straight atau skinny jeans.
- Cocok dengan rok atau celana pendek yang menonjolkan bentuk kaki.
- Tampil feminim dengan atasan penuh wrapping.
Siasati dengan Olahraga
BUKAN hanya baju yang harus disiasati dengan bentuk tubuh. Olahraga pun idem ditto. Orang dengan bentuk tubuh pear perlu latihan yang bisa menyeimbangkan bahu dengan pinggang. “Pemilik tubuh pear butuh latihanagar tubuh bagian atas berisi,” ujar Didik Purwanto, instruktur fitness. Contoh olahraganya adalah katrol, back-up, dan pull-up.
Selain itu, agar tubuh bagian bawah kencang, tambahkan variasi exercise di kaki. Misalnya, leg extension dengan meletakkan beban pada pergelangan kaki. Sambil duduk, kedua kaki menarik dan melepaskan beban dengan perlahan. Gerakan itu bertujuan untuk mengencangkan betis dan paha. Bisa pula leg press atau tubuh berada dalam posisi terlentang, kemudian kedua kaki mendorong beban yang telah diatur ke atas.
Tidak lupa kombinasikan dengan olahraga renang dan dayung untuk membentuk otot bagian atas agar terlihat imbang. “Perlu diingat, tubuh bagian bawah juga bisa jadi lemak. Jadi, harus terus dilatih,” imbuhnya. Salah satu trik yang mudah adalah rutin joging. Pemilik tubuh petite kudu latihan membentuk perut atau abdominal. Orang dengan bentuk tubuh itu cukup mudah dijumpai. Biasanya, tubuh mereka cenderung lerlihat straight atau lurus. Olahraga yang terfokus pada perut bisa memberi kesan atau lekuk tubuh yang bagus.
Untuk bentuk tubuh tersebut, rawan terjadi penumpukan lemak sentral atau di perut. Karena itu, dengan rutin melatih perut, lemak terpangkas. Massa otot pun bertambah. “Jangan lupa membentuk pantat agar tubuh petite terlihat aduhai,” sambungnya.
Latihan untuk bentuk tubuh segi tiga terbalik (apple) yang berlawanan dengan pear justru terfokus pada kaki atau anggota tubuh bawah. Bentuk bahu dan tubuh yang cenderung melebar atau besar di bagian atas juga perlu diseimbangkan agar tampilan lebih oke. Tanpa harus melupakan exercise tubuh atas, perbanyak joging dan latihan beban di kaki. Misalnya, seated calf raise (latihan beban dalam posisi duduk) leg press atau leg curl (angkat beban dengan kaki dalam posisi tengkurap).
Didik juga mengingatkan agar tidak melupakan pembentukan bagian tubuh lain, termasuk membakar lemak. “Mau bentuk apa pun, kalau tubuh indah dan kencang, pasti bagus,” sarannya.
Namun, lain halnya dengan bentuk tubuh hourglass yang tergolong ideal. Tidak perlu banyak latihan pembentukan. Olahraga renang dan aerobik cukup membuat si pemilik tubuh itu tampil all-out dengan baju apa pun. Bisa juga diselingi latihan pembakaran lemak tubuh.
Hal serupa disampaikan dr.Raden Argarini Mkes. Menurut dosen fisiologi olahraga FK Unair itu, sebaiknya imbangi setiap gerakan dengan latihan cardio. “Latihan aerobik sederhana pun mengencangkan tubuh dengan menurunkan masa lemak,” tandasnya.
Sumber: Jawa Pos, 27 Agustus 2014

