SURABAYA – Isu lingkungan terus didengungkan pihak kampus. Melalui materi pembelajaran dan penugasan khusus, mahasiswa tutur belajar mengenali limbah dan penggunaannya, “Bentuknya bisa macam-macam. Kali ini, saya beri tantangan mahasiswa mengolah majalah lawas jadi presentasi diri,” ucap Alexandra Ruth Santoso, dosen visual communication design (VCD) Universitas Ciputra, kemarin (24/10).

Para mahasiswa diminta membentuk kolase dalam pigura dengan konsep presentasi diri masing-masing. Mereka menggambarkan diri sendiri dengan potongan majalah yang terbatas. “Mereka dibebaskan mencari bahan dari mana saja. Saya sendiri ambil beberapa majalah lawas di perpustakaan,” jelasnya.

Clarissa Casimira, salah seorang mahasiswa mencari bahan-bahan tersebut di marketplace daring. “Cukup banyak yang jual. Memang tidak tahu isinya bakal seperti apa, jadi asal saja,” jelasnya. Berbeda dengan Laurencia Feilyn. Dia justru berburu di pasar loak. Jadi, dia bisa sedikit mengintip isi majalah yang dibeli.

Menariknya, penugasan serupa akhirnya mendorong mahasiswa juga lebih peduli lingkungan. Misalnya, Clarissa makin peka dengan barang-barang tak terpakai di sekitarnya. “Tidak hanya pakai majalah, tapi juga pernak-pernik di rumah. Kayak kardus gitu,” jelasnya.

Hal serupa dilakukan Laurencia. Dia menjadi lebih efisien memanfaatkan barang-barang di sekitarnya. “Akhirnya barang-barang yang dipakai di satu tugas digunakan lagi di tugas lain. Karena sayang kalau terbuang,” ucap Laurencia. dia mencontohkan tumpukan majalah lawas yang sudah dipotong untuk kolasi bisa dibuat bubur kertas dan kini jadi kertas daur ulang. (dya/c7/may)