https://text.jawapos.co.id/berita/ubah-limbah-plastik-hingga-bubuk-kayu-menjadi-item-fashion
SURABAYA, Jawa Pos – Konsep dalam dunia fashion saat ini. Hal itu keberlanjutan masih menjadi fokus utama bertujuan untuk menjaga bumi agar terhindar dari sampah tekstil yang tidak sedikit. Gerakan membuat karya keberlanjutan dalam mode tidak hanya dilakukan oleh perancang busana senior. Tapi, para mahasiswa yang masih belajar tentang fashion juga harus paham dengan isu tersebut. Hal itu dibuktikan mahasiswa Fashion Universitas Ciputra (UC) dalam virtual Show bertema Sustainbility & Charity Event yang digelar akhir Februari lalu itu Product Design and Business (FDB) show bersama Ali Charisma.
Menampilkanbeberapa karya mahasiswa UCyang mengangkat tema Ecocreate. Total adalimamahasiswayang banu saja memasuki semester VIII yang turut menampilkan karya mereka. Lima di antaranya menampilkan karya berupa tas dan memanfaatkan yang memanfaatkan limbah.
Inovasi-inovasi yang berbeda membuat mereka terpilih dan bisa tampil dalamd. desainer virtual acara yang merupakan ketua nasional Indonesia Fashion Chamber (IFC) itu. Salah seorang dosen FDB UC Agnes Olivia menyampaikan, memang tidak semua mahasiswa bisa mengikuti. “Dipilih dari yang inovasinya menarik dan sesuai dengan tema show,” jelasnya.
Tema keberlanjutan memang luas. Banyak sekali yang membuat karya fashion dengan konsep tersebut. “Tapi, konsep yang unik, berbeda, dan tentunya Sesuai dengan prinsipnya yang benar, “sambungnya. Maria Adeline. Dia menggunakan bahan bioplastik dan kulit untukr sebuah tas yang simpel, elegan, dan Misalnya, karya Polutanologi modis. Jika dilihat, tas karya Maria kantong plastik. Dengan begiti, konsep tidak terlihat seperti berbahan dasar keberlanjutan fashion bisa dikemb angkan dari penemuannya itu jauh. Mengusung nama Croco Freaks untuk karya tasnya, dia juga manfaatkan limbah plastik. Bedanya, plastik yang digunakan Elvira adalah plastik bekas makanan ringan yang biasanya penuh gambar.
Karya Elvira Angelica tidak berbeda proses yang cukup panjang, dia berhasil. Namun, dengan mengubah limbah tekstur yang biasanya berakhir di tempat sampah itu menjadi tas elegan dengan ciri khas kulit buaya yang cantik. (ama / c6 / tia)
Sumber: Jawa Pos. 3 Maret 2021.Hal.34

