https://www.harianbhirawa.co.id/uc-gelar-pameran-modis-siapkan-umkm-go-internasional/

Surabaya, Bhirawa
Tim Pengusul Program Matching Fund Kedaireka Universitas Ciputra (UC) gelar pameran produk UMKM binaan di Tunjungan Plaza Mall. Pameran ini hasil dari hibah bekelanjutan di atas Rp. 500 juta selama dua tahun. Sebanyak 7 Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) terlibat dalam pembinaan ini.
Kegiatan yang digelar pada 3-6 November 2022 inj menampilkan produk-produk UMKM binaan dengan sentuhaan inovasi.

“Adanya pameran ini untuk mendapatkan feedback dari pasar secara langsung,” tutur salah satu tim pengusul Matching Fund Tina Melinda.
Dijelaskan Tina pameran yang bertajuk MODIS (Modified of Design Thinking) ini merupakan hasil riset para dosen yakni David Sukardi Kodrad, dan Damelina Tambunan. Kemudian, hasil tersebut diaplikasikan dan digunakan DUDI untuk mengembangkan industrinya.

“Puji Syukur tahun 2022 ini adalah tahun kedua dimakan tim kami mendapatkan kepercayaan sebesar lebih dari Rp 500 juta. Tahun ini ada 7 (tujuh) DUDI yang masuk dalam pembinaan,” terangnya, Kamis (3/11).
DUDI yang dibina tahun ini, lanjut dia mencakup beberapa sektor industri diatarannya adalah Yayasan Kana Setia Rahayu jasa bimbingan belajar, Griya Kreatif Private jasa bimbingan belajar dan produk kripik, PT Lingkar Bahagia Sejahtera usaha logistic dan supply chain, Mimikoe Snack usaha snack, PT Citra Sejahtera Indonesa usaha komuditas rempah-rempah, Kampung Inggris Jasa bimbingan belajar Bahasa inggris, Dermal Skin Care usaha Skin care.

Lebih lanjut, dijabarkan Tina keberhasilan dalam meng-scale up bisnis UMKM binaan pada tahun 2021 lalu, diantaranya UMKM Hexaguna yang bergerak di bisnis air minum, MB Glow yang bergerak di bidang bisnis kosmetik menjadikan MODIS tahun ini kembali mendapatkan hibah.
Ia melanjutkan bagaimana MODIS ini “bekerja” untuk meningkatkan UMKM. Menurutnya, kebanyakan UMKM didirikan berdasarkan kemampuan yang dimiliki bukan menelisik dari kebutuhan pasar.
“Sehingga hasilnya tidak maksimal. Nah UC akan membantu menata ulang UMKM yang sudah berjalan. Mengadakan bird in hand dan melihat keinginan pasar,” tambah dia.
Selanjutnya, memikiran inovasi produk yang disertai dengan pelatihan. Ia mencontohkan seperti bisa masak, maka buka usaha jualan pastel.

“UC akan membantu untuk memberikan nilai tambah untuk pastel itu, tentu saja dengan melihat kebutuhan pasar,” imbuh dia.
Selain itu, UC juga akan menambahkan inovasi dan disertai dengan pelatihan. Misal pastelnya bisa diinovasikan di sisi gizi dan rasa. Dilanjutkan melakukan uji coba ke pasar atau yang biasa disebut market testing.
“Circle ini yang diterapkan ke DUDI binaan, sehingga produk yang diluncurkan DUDI sesuai dengan kebutuhan pasar,” tandasnya.
Dipilihnya Tunjungan Plaza, kata Tina selain lokasinya di pusat kota, juga mempunyai pengunjungan tidak hanya High End namun masih juga dikunjungi oleh masyarakat middle low. Sehingga produk yang dihasilkan teman-teman UMKM menemukan type konsumen yang tepat.
Setidaknya ada 28 UMKM binaan. Pihaknya berharap dari dapat membawa UMKM sampai menembus pasar international.
“Kami ingin sekali membawa UMKM go International. Sebelumnya tentu saja mereka harus megusai pasar nasional terlebih dahulu. Pasar Indonesia in ikan besar sekali,” tuturnya. [ina]