Sumber:https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/32379/uc-gelar-program-wmk-2024-untuk-cetak-pengusaha-muda
UC Gelar Porgram WMK 2024 untuk Cetak Pengusaha Muda
26 September 2024
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Universitas Ciputra Surabaya kembali menggelar program Wirausaha Merdeka (WMK) untuk ketiga kalinya. WMK tahun 2024 ini mengusung tema Entrepreneurship for Business Sustainability in Economic Circular Context Kegiatan itu diadakan untuk mencetak entrepreneur muda yang tidak hanya fokus pada profit, tetapi keberlanjutan yang sejalan dengan prinsip ekonomi sirkuler.
Tema ini mencerminkan komitmen Universitas Ciputra untuk mendorong inovasi berkelanjutan, meminimalkan dampak lingkungan, dan menciptakan model bisnis yang mendukung siklus ekonomi yang lebih efisien. Program ini memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah peluncuran program yang diselenggarakan bersamaan dengan Festival Wirausaha pada 23 hingga 28 September 2024. Ketua Program Wirausaha Merdeka UC 2024, Dr. David Sukardi Kodrat, M.M., CPM (Asia), mengungkapkan, melalui program ini para mahasiswa didorong untuk lebih berwawasan dalam mengembangkan diri sebagai wirausahawan.
“Berbagai sajian dalam WMK UC 2024 diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan semangat mahasiswa untuk meraih cita-cita mereka sebagai wirausahawan yang berhasil,” kata David tertulis, Kamis (26/9). Menurutnya, kegiatan itu bisa menjadi jembatan bagi para mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga mempraktikkan langsung dunia kewirausahaan.
“Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan pembekalan kewirausahaan melalui mentoring intensif dari praktisi bisnis dan akademisi. Program ini juga bekerja sama dengan perusahaan dan lembaga mitra untuk memberikan akses pendanaan serta jaringan yang lebih luas bagi peserta,” katanya.
Program itu dirancang dengan tiga agenda utama. Pertama, pra Immersion atau tahap awal yang bertujuan membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan dan penguatan mindset entrepreneur. “Peserta akan dibekali keterampilan dasar dan wawasan kewirausahaan sebelum memasuki tahapan berikutnya,” jelasnya. Kedua immersion living together pada tahap ini, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). “Mereka akan hidup bersama dan belajar dari pengalaman para pelaku bisnis dalam menghadapi tantangan nyata dunia usaha,” katanya. Terakhir, post immersion atau tahap akhir ini diwujudkan dalam bentuk demo day dan launching day, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil pengembangan bisnis mereka dengan peluang pendanaan dan dukungan dari mitra bisnis. Salah satu mahasiswa peserta program, Ni Made Prema Dewi dari jurusan Hukum Universitas Udayana, mengungkapkan program ini menjadi salah satu wadah pengembangan ide bisnisnya. “Program ini memberikan kami peluang nyata untuk mengembangkan ide bisnis kami dengan bimbingan langsung dari para ahli, di bawah naungan Universitas Ciputra Surabaya. Ini sangat bermanfaat bagi kami yang ingin memulai usaha sejak masih di bangku kuliah,” ungkap Prema. (mcr23/jpnn)

