Sumber:https://mili.id/baca-12051-uc-surabaya-angkat-warisan-budaya-sumatera-utara-go-internasional
UC Surabaya Angkat Warisan Budaya Sumatera Utara Go Internasional
Senin, 26 Agu 2024
Surabaya – Universitas Ciputra (UC) Surabaya berupaya membantu warisan budaya khas Desa Lumban Suhi-Suhi, Samosir, Sumatera Utara, diterapkan pada produk fashion, produk interior, display, dan pelengkap lifestyle, untuk menembus pasar internasional.
Ketua Penelitian dan Dean School of Creative industry UC, Astrid Kusumowidagdo mengatakan, untuk menyelami kearifan lokal dan budaya yang ada, pihaknya melakukan eksplorasi on-site selama lima hari di desa tersebut.
“Perancangan ini mencakup mengeksplorasi desain arsitektur, interior, serta produk fashion dan lifestyle yang merupakan bagian dari industri kreatif dapat berperan penting dalam membentuk dan meningkatkan sense of place pada destinasi pariwisata,” katanya, Senin (26/8/2024).
Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan model strategis yang tidak hanya melestarikan warisan dan identitas budaya, tetapi juga mempromosikan praktik pariwisata yang berkelanjutan.
“Melalui inspirasi pada lokasi Desa Lumban Suhi-Suhi, Danau Toba, nantinya akan menghasilkan berupa produk-produk lifestyle kreatif, baik dari ragam hias dan motif ulos untuk membantu produk souvenir kampung Ulos yang lebih luas dan dapat mendunia,” tambahnya.
Selama proses eksplorasi, tim yang terdiri dari tiga orang ini juga melakukan pendekatan dengan masyakarat dan pengerajin setempat, supaya open mind dan bisa menerima inovasi produk kreatif baru, tapi tetap dengan menjaga warisan budaya.
“Proses ini berjalan baik sehingga melalui kepala desa kain-kain tenun khas desa Lumban Suhi-Suhi diberikan ke UC untuk bisa di olah menjadi produk kreatif,” lanjutnya.
Mengawali inisasi ini, Enrico Ho, salah satu Tim dari UC yang terjun melakukan eksplorasi, dalam Surabaya Fashion Parade 2024 ia mengambil tema “Toba: Aesthetic Legacy” yang diusung sebagai implementasi nilai-nilai lokal seperti keindahan Danau Toba.
Selain itu, Rumah Adat Bolon warga lokal di Samosir yang merupakan salah satu cerminan visual tradisi, ini menjadi inspirasi Enrico Ho dalam merancang koleksi Ready to Wear Deluxe kontemporer, di mana ada motif ukiran (gorga) di setiap rumah yang penuh dengan filosofi.
“Ada juga motif yang diaplikasikan pada koleksi seperti gorga boraspati yang digambarkan seperti cecak atau kadal dengan ekor bercabang memiliki filosofi kekuatan pelindung manusia dari mara bahaya dan juga pelindung harta,” ungkapnya.
“Gorga Singa-Singa digambarkan seperti manusia yang sedang berjongkok diartikan berwibawa (memiliki charisma). Motif-motif ini di tata sehingga terlihat kontemporer, dengan paduan warna hitam, krem / gold, dan merah, dilengkapi tekstil ulos sebagai aksen pada beberapa bagian busana,” jelasnya.
Enrico menjelaskan, bahwa ada 10 karya untuk Surabaya Fashion Parade 2024 dan 10 karya lagi untuk festival Hitado Hutaraja di 2 November 2024 nanti.
“Saya dan Melani mendesain aneka ragam barang yang bisa dijadikan souvenir dengan motif yang mengambil dari budaya desa suhi-suhi seperti Sepatu, Handbag, asesoris, baju dan sarung bantal. Kami juga sedang mulai membangkitkan kios-kios di sana sebagai pusat oleh-oleh yang berisi barang-barang inovatif karya perajin lokal,” pungkasnya.
Editor : Aris S

