Sumber:https://beritajatim.com/universitas-ciputra-ajak-orang-tua-dukung-kesehatan-mental-mahasiswa-baru-lewat-parent-gathering

Universitas Ciputra Ajak Orang Tua Dukung Kesehatan Mental Mahasiswa Baru Lewat Parent Gathering

23 Agustus 2025

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar Parent Gathering bagi orang tua 1.300 mahasiswa baru di Dian Auditorium, dengan menghadirkan psikolog Astrid Regina Sapiie yang membawakan materi “Mental Wellness: Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Mental Mahasiswa.”

Astrid menekankan pentingnya orang tua memahami karakteristik generasi Z serta potensi anak, agar dapat memberi dukungan tepat selama masa transisi ke perguruan tinggi.

“Memasuki kuliah, mahasiswa tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga perubahan psikologis dan sosial. Dukungan keluarga menjadi faktor penting agar mereka mampu beradaptasi,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Data Healthy Minds Study mencatat, 76 persen mahasiswa mengalami tekanan psikologis moderat hingga berat, 36 persen dilanda kecemasan, dan 28 persen mengalami depresi.

Di Indonesia, studi serupa menemukan 31 persen mahasiswa berisiko mengalami gangguan mental emosional, sementara hampir 50 persen menghadapi masalah kesehatan mental. Minimnya dukungan sosial disebut memperbesar risiko tersebut.

Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration UC, Trianggoro Wiradinata menegaskan sinergi kampus dan keluarga sangat menentukan keberhasilan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua punya peran strategis menjaga kesehatan mental anak, mendukung adaptasi, sekaligus menjadi mitra kampus dalam membentuk karakter,” katanya.

Trianggoro berharap melalui kegiatan ini, orang tua semakin paham dinamika yang dihadapi mahasiswa baru di era Gen Z. “Dengan kolaborasi erat antara kampus, mahasiswa, dan orang tua, kami optimistis mahasiswa baru bisa tumbuh menjadi pribadi yang resilien, percaya diri, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Wakil Ketua Steering Committee O-Week 2025, Louisa Christine Hartanto menjelaskan, orientasi mahasiswa (O-Week) dirancang untuk mendukung adaptasi akademik dan sosial.

“Proses pendampingan melibatkan kakak mentor, dosen pembimbing, konselor Student Welfare, dan orang tua. Pertemuan hari ini penting untuk menyelaraskan bentuk dukungan bagi mahasiswa,” jelasnya.

Salah satu orang tua mahasiswa, Erwien Ferdianto, mengaku lebih tenang setelah mengetahui dukungan yang disiapkan UC. “Kami siap berkolaborasi dengan kampus. Mulai dari mentor, dosen yang suportif, hingga layanan Student Welfare, semua itu membuat kami percaya anak bisa melalui proses perkuliahan dengan baik,” ungkapnya. [ipl/beq]