Universitas Ciputra Gandeng Orang Tua untuk Menjaga Mental Mahasiswa Gen Z
22 Agustus 2025
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menggelar Parent Gathering melibatkan orang tua dari 1.300 mahasiswa baru di Dian Auditorium, Jumat (22/8).
Acara ini menghadirkan psikolog Dra Astrid Regina Sapiie, M.Psi.T., Psikolog, yang membawakan materi bertema Mental Wellness: Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Mental Mahasiswa.
Astrid menekankan pentingnya orang tua memahami karakteristik generasi Z, mengenali potensi anak, serta memberi dukungan di masa transisi menuju dewasa muda atau emerging adulthood.
“Mahasiswa baru tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga psikologis dan sosial. Dukungan orang tua sangat menentukan kesejahteraan mental mereka,” kata Astrid.
Menurut sejumlah studi, lebih dari 70 persen mahasiswa menghadapi tekanan psikologis sedang hingga berat. Di Indonesia, hampir separuh mahasiswa terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Minimnya dukungan sosial disebut menjadi faktor risiko yang signifikan.
Vice Rector for Student Affairs, Employability, and Industry Collaboration Universitas Ciputra Dr Trianggoro Wiradinata, menegaskan Parent Gathering menjadi wadah membangun sinergi kampus dan keluarga.
“Kami percaya mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri menghadapi transisi menuju kedewasaan. Orang tua memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan mental, mendukung adaptasi, sekaligus menjadi mitra kampus dalam membentuk karakter,” ujarnya.
Trianggoro optimistis melalui kolaborasi antara kampus, mahasiswa, dan orang tua, mahasiswa UC akan tumbuh menjadi individu yang resilien, percaya diri, dan berdaya saing global.
Wakil Ketua Steering Committee O-Week 2025 Louisa Christine Hartanto menambahkan program O-Week merupakan bagian dari kurikulum kemahasiswaan UC yang dirancang untuk membantu mahasiswa beradaptasi.
“Pertemuan orang tua ini penting agar dukungan dari mentor, dosen, tim konselor Student Welfare, dan keluarga bisa berjalan searah,” katanya.
Salah satu orang tua mahasiswa baru Erwien Ferdianto mengaku lebih tenang setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Rasa takut anak kami tidak bisa mengikuti perkuliahan hilang setelah melihat dukungan yang disiapkan UC, mulai dari mentor, dosen, hingga Student Welfare. Kami siap berkolaborasi dengan kampus untuk mendampingi anak kami,” ujarnya. (mcr12/jpnn)

