https://surabaya.tribunnews.com/2020/04/01/universitas-ciputra-marriage-and-family-center-gelar-seminar-online-terkait-memahami-remaja

Universitas Ciputra Marriage and Family Center Gelar Seminar Online terkait Memahami Remaja

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Akibat virus covid-19, siswa maupun mahasiswa harus melakukan kegiatan belajar menggunakan sistem online.

Hal tersebut agar dapat membatasi diri untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Meskipun dengan segala keterbatasan tak menghalangi civitas akademika dalam membuat sejumlah inovasi.

Seperti dilakukan Universitas Ciputra Marriage and Family Center (UCMFC) yang mengadakan WhatsApp Seminar (WAS), Rabu (1/4/2020).

Seminar ini untuk memfasilitasi peserta agar dapat memperkaya ilmu selagi periode work from home.

Kepala Program Studi Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia, M.Psi Psikolog mengatakan, seminar online melalui media WhatsApp ini sangat bermanfaat, terutama di tengah situasi pandemi yang mengharuskan orang untuk “stay at home”.

“Untuk memahami generasi remaja dengan lebih baik, terutama dalam hal parenting dan mementor remaja, jangan biarkan “stay at home” membatasi kita untuk meningkatkan ilmu dan wawasan,” kata Stefani, Rabu (1/4/2020).

Pasalnya, remaja sangat lekat dengan penggunaan gadget dan teknologi sehingga banyak informasi-informasi yang masuk ke mereka, dan pada akhirnya memengaruhi perilaku mereka.

Sebagai orang tua dan mentor para remaja sekarang perlu juga memahami karakteristik generasi milenial agar tidak salah langkah dalam membentuk karakter.

Sementara itu, sebanyak 66 peserta dari berbagai kalangan, orangtua, praktisi konselor, dan juga konselor BKKBN begitu antusias dan interaktif dalam mengikuti dan merespon berbagai pembahasan materi saat kegiatan berlangsung.
Mengangkat tema “Understanding Millennials” baik orang tua, mentor, maupun konselor difasilitasi untuk dapat lebih memahami anak remaja dari perspektif psikologis.

seperti memahami perkembangan, permasalahan, dan kebutuhan mereka.

“Jadi di hari pertama saya mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta lewat Google Form, kemudian saya menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang masuk satu per satu dan semua peserta boleh menanggapi,” ujar Stefani.

“Bahkan antarpeserta itu sharing pengalaman juga bagaimana menghadapi anak remaja mereka sehingga bisa menambah wawasan baru kepada peserta lainnya,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan, peserta mendapatkan tips-tips pengasuhan yang dapat mereka terapkan semasa mendampingi anak remaja mereka.

“Dengan kondisi saat ini, kami justru seperti tertantang untuk mencari cara kreatif untuk tetap dapat beraktivitas secara normal,” tutup Stefani.

Hal tersebut juga sesuai pemikiran Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Ir. Yohannes Somawiharja, M. Sc yang menyampaikan, work from home and learning from home bukan berarti bermalas-malasan, liburan, atau setengah liburan.

“Justru kondisi saat ini seharusnya membuat civitas akademika dapat lebih mandiri dalam belajar mengajar,” tandasnya.

Sumber : https://surabaya.tribunnews.com | 1 April 2020