Universitas Ciputra Pakai 10 AI untuk Perkuliahan
15 Oktober 2024. Hal. 15
Diseleksi dengan Ketat sejak 2023
SURABAYA – Pemanfaatan artifical intelligence untuk pembelajaran resmi di kampus semakin masif. Universitas Ciputra (UC) misalnya menggunakan sedikitnya sepuluh produk AI untuk kegiatan belajar mengajar setelah melalui seleksi panjang sejak 2023.
Peresmian penerapan AI kemarin (14/10) itu juga didukung oleh para expert dalam dunia industri. Mereka menceritakan AI justru membantu pekerjaan mereka tanpa harus takut tergantikan.
Direktur AI and Technology Transformation UC Dr Trianggoro Wiradinata MengSc CDSS menyampaikan bahwa AI akan diterapkan pada semua prodi. Baik prodi berbasis IT maupun non-IT. “Yang prodi IT akan kita harapkan untuk bisa membuat AI nantinya. Sedangkan yang non-IT akan kita harapkan menjadi prodi yang ahli menggunakan generatif AI,” ucapnya kemarin.
Tri bercerita telah menguji coba 40 lebih AI. Akhirnya dipilih tujuh AI untuk prodi-prodi umum. Dan ada tiga AI lagi yang khusus untuk prodi desain lantaran butuh visual yang kuat. (selengkapnya lihat grafis)
Ada AI khusus yang bisa membantu pembelajaran atau pun menemukan ide. Misalnya Suno AI untuk membantu pembuatan musik atau jingle, Runwayml untuk membantu pembuatan video, dam Midjourney untuk membantu pembuatan gambar. “AI-AI yang kita pilih sejauh ini memang gratis. Kalau pun nantinya butuh yang berbayar, mungkin akan kita arahkan beberapa akun dan diserahkan ke dosen,” sambungnya.
Ujian Mahasiswa Pakai Konsep Baru
Tri menambahkan, penggunaan AI sebenarnya seperti pisau bermata dua. Jika tidak belajar maka akan tertinggal. Namun, saat dimanfaatkan akan muncul dampak yang akhirnya menantang mereka untuk membuat model pembelajaran baru. Termasuk penerapan ujian dengan konsep yang baru.
“Seperti ujian tidak hanya lewat tes tulis saja. Tapi, bisa dibuat project. Jadi prosesnya bisa diceritakan yang akhirnya membuat mahasiswa itu punya ke dalaman dalam pemahaman yang berbeda,” jelasnya.
Pemakai AI Bisa Lebih Unggul
Sepakat dengan hal tersebut, Rektor UC Ir Yohannes Somawiharja MSc mengungkapkan bahwa kehadiran AI bukan sesuatu yang harus mengancam manusia. Meski menggunakan AI, akan tetap ada etika-etika dalam penggunaannya. Menurut dia, manusia tidak akan pernah bisa digantikan oleh AI. “Tapi manusia yang tidak pakai AI akan dikalahkan dengan yang menggunakan AI,” imbuhnya. (ama/jun)

