Universitas Ciputra Surabaya Ajak Ribuan Orang Tua Jadi Garda Depan Cegah Krisis Mental Mahasiswa Gen Z
23 Agustus 2025
PR SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) menggelar Parent Gathering yang menghadirkan 1.300 orang tua mahasiswa baru di Dian Auditorium.
Acara ini menjadi momentum penting bagi kampus dan keluarga untuk bersinergi dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa generasi Z yang sedang memasuki fase krusial transisi menuju kedewasaan.
Menghadirkan psikolog Dra. Astrid Regina Sapiie, M.Psi.T., Psikolog, acara ini mengupas tuntas peran orang tua dalam mendampingi anak di era emerging adulthood.
Astrid menekankan bahwa memahami karakter Gen Z dan potensi anak merupakan langkah awal bagi orang tua agar mampu memberi dukungan yang tepat di tengah tantangan akademik, sosial, hingga psikologis.
“Mahasiswa baru bukan hanya menghadapi tugas kuliah, tetapi juga tekanan emosional dan sosial yang berat. Orang tua harus hadir sebagai support system utama,” ujar Astrid.
Data Mengkhawatirkan: Hampir 50% Mahasiswa Berisiko Gangguan Mental
Studi global Healthy Minds Study mencatat 76% mahasiswa mengalami tekanan psikologis moderat hingga berat.
Sementara di Indonesia, survei lokal menunjukkan 31% mahasiswa berisiko gangguan mental emosional dan hampir 50% menghadapi masalah kesehatan mental. Minimnya dukungan sosial terbukti memperbesar risiko ini.
Melihat fakta tersebut, UC memperkenalkan layanan Student Welfare yang siap mendampingi mahasiswa baik secara akademik maupun non-akademik.
Kampus dan Keluarga Bersatu Demi Generasi Resilien
Wakil Rektor UC, Dr. Trianggoro Wiradinata, S.T., M.Eng.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa bukan hanya ditentukan oleh pembelajaran di kelas.
“Kami percaya mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua berperan strategis dalam mendukung adaptasi, menjaga kesehatan mental, dan menjadi mitra kampus dalam membentuk karakter,” tegas Trianggoro.
Sementara itu, Louisa Christine Hartanto, S.I.Kom., M.Si., CCP., Wakil Ketua Steering Committee O-Week 2025, menambahkan bahwa program orientasi mahasiswa (O-Week) juga dirancang sebagai kurikulum adaptasi.
Dukungan orang tua dipandang penting agar sinergi dengan mentor, dosen, dan tim konselor dapat berjalan maksimal.
Orang Tua Lega dan Siap Berkolaborasi
Salah satu orang tua mahasiswa baru, Erwien Ferdianto, mengaku lebih tenang setelah melihat dukungan sistematis yang disiapkan UC.
“Awalnya ada rasa takut anak kami tidak bisa mengikuti perkuliahan, tapi dengan adanya mentor, dosen pendamping, dan tim Student Welfare, kami semakin yakin. Kami siap berkolaborasi dengan kampus untuk mendukung anak kami,” ungkap Erwien.
Dengan kolaborasi erat antara kampus, mahasiswa, dan keluarga, Universitas Ciputra optimistis mahasiswa baru dapat tumbuh menjadi individu resilien, percaya diri, dan berdaya saing global.***

