Sumber: https://jatim.viva.co.id/kabar/27631-universitas-ciputra-surabaya-bekali-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja-sbejak-awal-kuliah?page=1

Universitas Ciputra Surabaya Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Sbejak Awal Kuliah

31 Agustus 2026

Surabaya, VIVA Jatim – Kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja menjadi tantangan di tengah perubahan industri dan pesatnya perkembangan teknologi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kelompok usia 15–24 tahun pada Mei 2026 mencapai 17,37 persen, naik dari 16,36 persen pada Februari 2026.

Kondisi tersebut mendorong Universitas Ciputra (UC) Surabaya membekali mahasiswa dengan kesiapan menghadapi dunia profesional sejak awal perkuliahan melalui program Orientation Week (O-Week) 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kesiapan Kerja, dan Kolaborasi Industri Universitas Ciputra, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata, mengatakan kesiapan kerja tidak seharusnya baru dibangun ketika mahasiswa mendekati kelulusan.

“Bagi kami, pendidikan tinggi bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan studi dan memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka menemukan potensinya, mengembangkan kompetensi yang relevan, serta memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia profesional,” ujar Trianggoro.

Melalui O-Week 2026, mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan kampus. Mereka juga diajak mengenali potensi diri, memahami kebutuhan industri, serta melihat berbagai peluang karier dan bisnis.

Salah satu kegiatan utama O-Week adalah Industry Visit yang berlangsung pada 24–27 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru mengunjungi perusahaan dan institusi yang relevan dengan bidang studi masing-masing.

Mahasiswa bidang teknologi diperkenalkan dengan penerapan teknologi di industri. Sementara mahasiswa bisnis melihat langsung lingkungan profesional dan pengelolaan usaha.

Adapun mahasiswa desain, komunikasi, pangan, kuliner, hospitality, hingga arsitektur mendapat kesempatan berinteraksi dengan industri yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka.

Dosen Pendamping Pelaksana O-Week 2026 Universitas Ciputra, Louisa Christina Hartanto, mengatakan pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa menentukan arah pengembangan diri sejak awal kuliah.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa memilih program studi bukan hanya berarti memilih apa yang akan dipelajari di kelas. Di balik setiap bidang ilmu ada dunia profesional dengan kebutuhan, tantangan, dan peluangnya masing-masing,” kata Louisa.

Menurutnya, mahasiswa perlu mulai memikirkan kompetensi yang harus dikembangkan selama menjalani perkuliahan.

O-Week 2026 juga memperkenalkan mahasiswa dengan perkembangan profesi dan bisnis di era digital.

Mahasiswa akan mengikuti sesi bersama Edho Zell bertajuk. “Bagi Gen Z, Konten Bukan Sekadar Hiburan: Bisa Jadi Jalan Membangun Bisnis.”

Melalui sesi tersebut, mahasiswa diajak memahami perkembangan creator economy. Kemampuan membuat konten dinilai tidak lagi sekadar aktivitas hiburan, tetapi dapat menjadi sarana membangun personal branding, komunitas, produk, hingga peluang bisnis.

Trianggoro mengatakan perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai profesi dan model bisnis baru yang sebelumnya belum banyak dikenal.

“Dunia profesional yang akan dihadapi mahasiswa hari ini berubah sangat cepat. Ada profesi yang beberapa tahun lalu bahkan belum banyak dikenal, ada model bisnis baru, dan ada peluang yang terus lahir dari perkembangan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, mahasiswa didorong memiliki kemampuan membaca perubahan dan melihat peluang.

“Entrepreneurship melatih mereka bukan hanya untuk mencari peluang kerja, tetapi juga untuk melihat dan menciptakan peluang,” lanjut Trianggoro.

Universitas Ciputra menempatkan O-Week 2026 bukan sekadar masa pengenalan kampus, tetapi menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan.

Ada tiga hal yang ditekankan, yakni mengenali diri, memahami dunia profesional, dan melihat peluang yang dapat diciptakan.

Louisa berharap mahasiswa tidak berhenti pada pengalaman selama O-Week, tetapi terus mengembangkan potensi melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya selesai mengikuti O-Week dengan mengenal kampus dan mendapatkan teman-teman baru. Mereka juga mulai memiliki gambaran tentang dirinya, dunia yang ingin mereka masuki, serta hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menuju ke sana,” ujarnya.

Sebagai entrepreneurial university, Universitas Ciputra mendorong mahasiswa agar adaptif terhadap perubahan, mampu membaca peluang, berani mencoba, serta mengubah potensi menjadi kompetensi, karya, dan kontribusi nyata.

“Perjalanan itu dapat dimulai sejak hari pertama kuliah: mengenali siapa dirinya, memahami dunia yang akan dihadapi, lalu mulai memikirkan peluang apa yang ingin ia ciptakan,” pungkas Trianggoro.