Sumber:https://jatim.viva.co.id/gaya-hidup/22612-wisuda-xvi-universitas-ciputra-surabaya-mencetak-wirausaha-berbasis-teknologi

Universitas Ciputra Surabaya Dorong Lahirnya Wirausaha Berbasis Teknologi

1 November 2025

Surabaya, VIVA Jatim-Universitas Ciputra (UC) menggelar Wisuda XVI di Hall Ciputra World Surabaya. Sebanyak 1162 wisudawan menjalani proses ini selama dua hari, sejak Jumat, 31 Oktober 2025, kemarin.

Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof Wirawan ED Radianto menegaskan komitmen universitas untuk menyiapkan lulusan berjiwa enterpreneur, berinovasi dan mudah beradaptasi serta mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam berbisnis.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya berpikir ke depan, tapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam setiap langkah kewirausahaan mereka. Para wisudawan ini diharapkan memiliki pola pikir adaptif, kreatif, dan berani mengambil risiko untuk menjawab tantangan zaman,” ungkapnya di hari terakhir pelaksanaan wisuda, Sabtu, 1 November 2025.

Dia menegaskan, UC juga akan terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat melalui tugas akhir dalam bentuk Research Jurnal, Skema Internship, Karya Monumental, Skripsi hingga Proyek Bisnis.

“Di mana mahasiswa dapat menggantikan skripsi dengan proyek kreatif, event atau bisnis riil yang dijalankan secara profesional dan berkelanjutan,” harapnya.

Beberapa proyek tugas akhir yang menjadi sorotan di antaranya pembentukan Garuda Futsal League (GFL) yang dikerjakan oleh empat wisudawan Program Studi International Business Management (IBM) UC. Yakni Muhammad Akhva Aulia Nusantara, Andhika Putra Firmansyah, Muhammad Lazuardi Firdausa dan Daffa Nushshar Ardhastya.

Mereka berempat membentuk GFL sebagai wadah pembinaan, hiburan, pengembangan karir para pemain muda Indonesia hingga ajang kompetisi futsal.

Muhammad Lazuardi Firdausa mengatakan, ide awal liga ini lahir dari hobi bermain futsal yang kemudian berkembang menjadi komitmen untuk menyediakan wadah bagi para pelajar berprestasi menuju dunia futsal profesional.

“Kita melihat ada gap, makanya kita ingin mewadahi teman-teman, best player, top scoring, untuk jenjang selanjutnya ke profesional,” ucap Lazuardi.

Lalu Akhva Aulia Nusantara mengungkapkan sejumlah pencapaian GFL selama dua tahun terakhir. Satu di antaranya ialah soal pengembangan para talenta muda futsal yang telah berhasil mengikuti training camp dan seleksi di klub-klub besar, termasuk Bintang Timur Surabaya.

“Selama dua tahun ini, kami berhasil membawa pemain-pemain terbaik untuk menjalani training camp serta seleksi di Bintang Timur Surabaya. Saat di Malang, pemain-pemain terpilih juga mendapat kesempatan latihan dan pengalaman baru bersama Unggul FC,” ujar Akhva.

Lain cerita dengan Albert Esli dan Grace Milenia, dua wisudawan UC yang berhasil menyulap ide tugas bisnis semester dua menjadi perusahaan digital marketing profesional bernama Logofiliate.

Albert dan Grace mengungkapkan, motivasi mereka lahir dari dorongan UC yang mendorong mahasiswa untuk membangun bisnis sejak dini, serta kecintaan mereka terhadap dunia konten dan affiliate marketing.

“Dari semester dua kami sudah diminta membangun bisnis. Karena background Grace di affiliate dan aku suka dunia konten, akhirnya kami kembangkan ide itu jadi Logofiliate,” ujar Grace.

Dia mengatakan, selain alasan akademis, bisnis ini juga lahir dari kerinduannya membangun ruang positif bagi para kreator.

“Aku dulu suka banget ngonten, tapi lingkunganku kurang mendukung. Aku pengen bangun komunitas supaya mereka yang punya passion bisa berkarya dan sekaligus menghasilkan. Ini lapangan kerja baru,” ujarnya.

Kini, Logofiliate telah menggandeng lebih dari 5.000 kreator dan bekerja sama dengan sekitar 30 brand partner. Perusahaan tersebut mempertemukan kreator dengan brand melalui mekanisme affiliate marketing dan campaign management.

“Penghasilan utama dari pembagian komisi sebagai affiliate, dan juga manajemen fee dari brand untuk campaign,” tutup Albert.