Sumber:https://beritajatim.com/universitas-ciputra-surabaya-resmi-buka-ppds-obgyn-dan-bedah

Universitas Ciputra Surabaya Resmi Buka PPDS Obgyn dan Bedah

23 Januari 2026

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Bedah.

Program ini dibuka untuk menjawab kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah Indonesia Timur. Dua bidang ini dinilai strategis karena menjadi tulang punggung layanan kesehatan rujukan.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UC Surabaya Prof Hendy Hendarto mengatakan PPDS Obgyn dirancang dengan misi pemerataan tenaga medis. Menurutnya, kebutuhan dokter spesialis masih tinggi, sementara distribusinya belum seimbang antarwilayah.

“Untuk spesialis Obgyn, kami membawa misi meningkatkan jumlah dokter spesialis di Indonesia Timur. Kebutuhan masih sangat tinggi, tetapi sebarannya belum merata,” kata Hendy, Jumat (23/1/2026).

FK UC juga menyiapkan skema beasiswa bagi calon peserta didik yang berasal dari Indonesia Timur. Beasiswa diberikan dengan persyaratan khusus, termasuk komitmen lulusan untuk kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak langsung bagi daerah yang masih kekurangan dokter spesialis,” ujarnya.

Selain Obgyn, PPDS Bedah di FK UC disusun mengikuti perkembangan teknologi kedokteran. Mahasiswa akan dibekali kompetensi operasi minimal invasif yang kini menjadi standar dalam praktik bedah modern.

“Teknologi bedah terus berkembang. Dokter perlu menguasai teknik minimal invasif agar pelayanan lebih efektif dan pemulihan pasien lebih cepat,” kata Hendy.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia masih kekurangan dokter spesialis, terutama di luar Pulau Jawa. Rasio dokter spesialis nasional dinilai belum memenuhi kebutuhan ideal, khususnya pada bidang obstetri dan bedah.

Pembukaan PPDS di UC juga didukung pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk pembangunan gedung khusus FK. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional. [ipl/but]