BERBAGAI metode ditempuh UC untuk mencetak lulusan VCD yang kapabel. Mulai dari sharing dengan praktisi bisnis, terjun di perusahaan atau instansi nasional atau internasional dan bimbingan intensif pada bidang yang diminati. Hal itu membuat alumni VCD UC selalu sukses menjadi entrepreneur.

Lulusan VCD UC juga digembleng mampu menggunakan teknologi terkini dan mengembangkan potensi lokal dan global. Hal itu dilakukan demi menghasilkan desain yang unik sekaligus bisa diterima masyarakat.

Head o/VCD UC Christian Anggrianto menuturkan bahwa pihaknya menerapkan standar tinggi pada mahasiswa. Mereka harus menjadi desainer profesional yang mahir di berbagai bidang. Mulai advertising, creative design, videografer, animasi hingga bidang-bidang potensial lainnya. Mahasiswa pun didorong untuk berbisnis dengan bekal ilmu tersebut. “Mereka bisa bikin bisnis apapun, misal kafe, percetakan, atau distro,” ungkap Christian.

Pembekalan ilmu pun dilakukan secara sistemik dan bertahap. Ilmu dasar langsung diperkenalkan pada semster awal. Di semester ketiga, mahasiswa mulai diarahkan pada bidang yang sesuai lewat peminatan. Beberapa mata kuliah sesuai minat di antaranya adalah aplikasi fotografi, grafis dalam produk, ilustrasi dasar, produksi film, desain kemasan, konsep ilustrasi, penulisan kreatif, serta media dan periklanan.

Christian menuturkan, mereka bakal diarahkan dengan serius pada salah satu bidang agar sesuai passion. Dia mencontohkan alumnus angkatan 2007. Evan Raditya Pratomo yang saat ini sukses pada bidang animasi dan ilustrasi. Awalnya para dosen mengetahui bahwa Evan memiliki kemampuan menggambar animasi dengan hasil yang khas.

Menyadari bakat tersebut, Evan pun digembleng lewat bimbingan dari praktisi dan pengajar. Bahkan Evan diikutkan berbagai perlombaan. Hasilnya, ia sukses tampil sebagai ilustrator terpilih yang mendesain poster film Ghost In The Shell milik Paramount Pictures Amerika Serikat.

“Kami concern memperhatikan bakat dari para mahasiswa. Saat di bangku perkuliahan, kami juga mendorong mereka membangun bisnis mulai dari nol atau berkolaborasi dengan rekannya,” ungkap Christian. Lewat proses itu, para mahasiswa akan terboasa bergelut dengan bisnis sejak masih kuliah. Hal itu sengaja dilakukan para dosen agar kegiatan bisnis mahasiswa dapat dibimbing dan diawasi oleh dosen.

“Jika kita baru melepas mereka untuk berbisnis setelah selesai kuliah, maka para dosen tidak bisa hadir memberikan bimbingan. Tapi ketika mereka berbisnis sejak kuliah, kami bisa turut memberikan masukan, kami ada ketika mereka berproses dan mampu menangkap mereka ketika jatuh untuk membantu berdiri kembali,” imbuh Christian.

Design thinking juga menjadi hal yang selalu ditanamkan kepada mahasiswa. Mereka harus punya pola pikir dapat menggali permasalahan masyarakat. Setelah itu menciptakan solusi. Mahasiswa pun harus dapat menempatkan diri mereka secara tepat di masyarakat. Hal itu dilakukan agar mereka paham problem pasar sekaligus memecahkannya.

“Kami sering mengundang praktisi untuk memberikan support. Harapannya, dengan adanya praktisi maka informasi pengetahuan terbaru bisa diajarkan. Jadi, tak Cuma textbook, namun juga berasal dari kondisi real di dunia industri,” ungkap Christian

Selain praktisi, owner UKM dan perusahaan besar juga didatangkan sebagai klien. Dalam pertemuan itu mahasiswa diminta memecahkan permasalahan klien. Sehingga, mahasiswa terbiasa menghadapi dan memahami permintaan klien sekaligus mengkomunikasikan idenya secara menarik dan bernilai jual tinggi. Banyak alumni VCD UC telah memiliki portofolio klien asli sejak di bangku kuliah.

Berbagai lembaga pun digandeng menjadi mitra dalam hal magang atau internship. Misalnya, Ciputra Group, PT Elex Media Computindo, dan berbagai instansi lain. Tak Cuma di dalam negeri, mahasiswa VCD UC juga kerap diterima di lembaga mancanegara seperti Dongseo University, Curtin University, Swinburne University, Erwing Marlon Kaufirman Foundation, hingga Universitas Kelantan Malaysia. Beberapa perusahaan menurut Christian, kerap datang ke VCD UC untuk meminta rekomendasi mahasiswa.

Fasilitas yang dimiliki UC demi menunjang pembelajaran mahasiswa adalah lab fotografi, lav videografi, 3D printer, CNC router, studio ilustrasi, dan studio design. Ketekunan jurusan VCD menggembleng mahasiswanya menelurkan berbagai prestasi. Di antaranya, ilustrator terpilih dalam film Ghost In The Shell (Paramount Pictures Amerika Serikat) dan visual artist for Photoshop 25 Under 25 by Adobe Photoshop (2016) (ree/kkn)