sumber:https://surabaya.tribunnews.com/2024/06/09/usung-masalah-limbah-dalam-fashionology-karya-fashion-tugas-akhir-mahasiswa-universitas-ciputra

Usung Masalah Limbah Dalam Fashionology, Karya Fashion Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Ciputra

9 Juni 2024

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto

SURYA.CO.ID, SURABAYA  – Sebanyak 144 busana karya tugas akhir 48 mahasiswa Program Studi Fashion Product Design and Business (FPD) Universitas Ciputra (UC) dipamerkan dan diperagakan dalam fashion show bertajuk “Fashionology” di Ciputra World Surabaya, Sabtu (8/6/2024).

Yoanita Kartika Sari Tahalele, Dosen FPD dan Ketua Event Fashionology menjelaskan gelaran Fashionology memberikan wadah bagi mahasiswa Tugas Akhir FPD untuk memerkan karyanya sekaligus untuk test market.

“Jadi karya akan langsung diberikan masukan oleh pengunjung Mall Ciputra World Surabaya, bahkan karya tersebut juga bisa langsung dibeli oleh pengunjung. Tiap mahasiswa TA wajib membuat 5 karya, dimana 3 karya terbaiknya akan diperagakan pada Fashion Show yang berlokasi di New Life Ballroom, Ciputra World Mall Surabaya,”terang Yoanita.

Selain diperagakan busana karya para mahasiswa TA dipajang dalam deretan booth di Linear Atrium Ciputra World Surabaya, mulai dari gaun pesta, pakaian kerja, pakaian ready to wear, pakaian anak-anak hingga aksesoris.

“Selain karya tugas akhir, dipamerkan juga karya tugas mahasiswa semester 4 mata kuliah Commercial Design yang menggunakan batik Surabaya dimana ini merupakan kerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Batik Surabaya ini adalah hasil dari UMKM pemerintah kota Surabaya,” terangnya.

Selain itu fashion Show tahun ini juga menampilkan pertukaran pendidikan dan budaya dengan Universitar Malaysia dan China.

Sehingga mahasiswa Universiti TAR UMT Malaysia akan juga menampilkan 8 busana, sedangkan Zhejiang Sci-Tech University China akan menampilkan 6 busana karya mahasiswa di fashion show nanti.

Karya tugas akhir kali ini mengusung beberapa isu penting, yaitu Sustainability yang mengangkat masalah limbah di dunia fesyen, isu sosial mengenai gender equality, dan isu yang mengangkat konten lokal seperti wastra dan pelestarian budaya.

Yoanita mengatakan bahwa mahasiswa mengusung tema sesuai dengan penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat.

Serta merancang desain produk untuk menjawab dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah tersebut.

Menurut Yoanita, ada 3 tiga hal yang perlu diperhatikan mahasiswa yaitu konsep desain yang dapat menjawab tantangan dan permasalah yang ada, kreativitas dan inovasi desain, serta sisi komersial atau bisnis dari produk yang diciptakan.

Salah satu karya yang dipamerkan dengan tema sustainable fashion, yaitu karya Selena Marieann Heinrich Phang yang memanfaatkan limbah logam dengan gaya Avant-garde.

Dikatakan Selena, ia memilih logam timah karena paling mudah dilelehkan sehingga dengan mudah didaur ulang sebagai asesoris.

“Yang membedakannya dari brand lain, produk ini memberikan kesan berani dan kuat memakai perpaduan timah dan kulit sintetis,”tegas Selena.

Selain itu, brand miliknya berfokus pada keahlian buatan tangan dengan teknik peleburan timah dan desain penempatan timah yang berbeda di setiap desain.

“Dengan permasalahan limbah logam koleksi ini dirancang untuk dapat membantu permasalahan limbah logam sekaligus mengekspresikan permasalahan melalui produk fesyen,”ujarnya.