SURABAYA, Jawa Pos – dalam situasi social distancing sampai physical distancing saat ini, muncul banyak ide baru untuk mengakali kegiatan yang biasa dilakukan bersama. Salah satunya dalam dunia fotografi. Akhir-akhir ini, di media sosial banyak beredar konsep virtual photoshoot. Sebuah sesi pemotretan yang dilakukan lewat video call.

             Misalnya, yang dilakukan salah seorang penghobi foto asal Surabaya Gandung Adi Wibowo kemaran (22/4). Mengambil setting saat pagi, Gandung melakukan pemotretan virtual bersama mahasiswinya, Benigna Devi Kalalo. “Soalnya menurut saya, dalam konsep virtual photoshoot ini, pencahayaan yang bagus di tempat di model jadi fokus utama,” jelasnya saat ditemui di rumahnya di daerah Kebonsari kemarin.

Karena itulah, Gandung memilih matahari pagi untuk mendapatkan cahaya yang benar-benar bagus. “Secara tidak langsung, kita kan cuma lewat kaamera ponsel saat pengambilan gambar. Jadi, cahaya di outdoor akan sangat membantu karena ponsel biar nggak terlalu noise. Tapi, kalau mau di indoor, juga harus ada pencahayaan yang cukup,” sambungnya.

Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah koneksi internet yang stabil. Sebab, koordinasi dengan model yang tidak bisa bertemu langsung menjadi susah jika saat berkomunikasi ada sedikit delay. Dalam konsep virtual photoshoot, Gandung menyarankan untuk mengoneksikan video call ke layar yang lebih besar. “Biar gambar lebih besar juga dan kita yang fotografer lebih bebas bergerak,” imbuhnya.

Gambar video call itu bisa dikoneksikan pada layar laptop maupun layar televisi yang lebih lebar. “Nah, terus pemilihan aplikasi. Di sini sebenarnya bebas mau pakai aplikasi apa saja. Bisa pakai line, zoom, face time, atau yang lainnya. Bebas,” terangnya. Tinggal dipilih aplikasi yang bisa menghasilkan gambar dengan konsep yang akan dibuat dalam foto.

Tip lainnya dalam melakukan virtual photoshoot adalah tidak takut untuk mengeksplorasi teknik foto. “Kita bisa pakai foreground sampai slow speed. Sekreatif kita. Bisa memanfaatkan benda-benda yang ada disekitar kita juga. Mungkin pakai gelas biar bisa ngasih efek blurry yang kekinian,” sambung pria kelahiran 1992 itu.

Pria yang juga seorang dosen luar biasa di Fikom Universitas Ciputra tersebut juga menjelaskan bahwa konsep virtual photoshoot bisa dilakukan oleh siapa saja. Terlebih saat sedang di rumah saja. “Ini sebenarnya salah satu kegiatan untuk memecah kebosanan para fotografer yang nggak bisa hunting di luar. Konsep ini juga semakin booming pas penyanyi Raisa juga bikin virtual photoshoot bareng fotografer Michael Cools,” ceritanya.

Namun, sejauh ini virtual photoshoot tidak hanya diterapkan dalam pengambilan gambar model. Tapi, juga konser hingga sesi couple. “Mungkin bisa sampai preweeding juga nanti. Pokoknya yang penting, kita tetap bisa berkarya. Kita bisa tetap motret selama masih bisa motret. Jangan pernah mau kalah oleh keadaan karena masih ada celah-celah baru. Salah satunya lewat virtual photoshoot ini,” tambahnya (ama/c6.tia)

 

            Sumber: Jawa Pos, 23 April 2020. Halaman 24