KBRN, Surabaya: Warga Surabaya Raya diminta mengoptimalkan penggunaan Bus TransJatim. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengurangan angka kecelakaan dan kemacetan arus lalu-lintas, sebab armada ini diyakini sebagai angkutan massal yang aman dan nyaman.

Hal ini diungkapkan, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya, Agoes Tinus Lis Indrianto, saat menjadi narasumber, pada Dialog di RRI Surabaya, Selasa (23/8/2022).

“Keberadaan Bus TransJatim ini patut didukung penuh oleh masyarakat,” kata Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya, Agoes Tinus Lis Indrianto.

Di tempat yang sama, Dosen Transportasi pada Prodi S2 Terapan Rekayasa Perawatan dan Restorasi Bangunan Sipil ITS Surabaya, Dr. Ir. Machsus, S.T,MT mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi direalisasikannya Bus Trans Jatim, yang beroperasi di 3 wilayah Aglomerasi, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Namun, ada sedikit catatan karena baru 22 unit bus yang dioperasionalkan sehingga dinilai kurang menjangkau publik secara luas,” kata Machsus.

Sementara itu, Staf Bidang Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro menambahkan, bahwa Program Bus Trans Jatim ini adalah program prioritas Gubernur Jawa Timur guna meningkatkan koneksitas ekonomi di daerah.

“Bus Trans Jatim mulai dikenalkan kepada penumpang Aglomerasi Surabaya Raya per tanggal 11 Agustus 2022. Saat ini, layanan itu diperkuat oleh 22 armada yang beroperasional sejak pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB dan mengambil jarak tempuh sekitar 74 Kilometer,” katanya.(ac)