Oleh Dr. Koemalawati Wdjaya SpS- RS Husada Utama
Apa itu guillaian barre syndrome (GBS)?
Guillaian barre syndrome merupakan sebuah syndrome yang imunitas tubuh justru menyerang saraf tepi (autoimun). Saraf tepi sendiri merupakan saraf yang mempunyai 3 fungsi, yaitu fungsi sensorik (mengantarkan informasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisis oleh otak, misalnya rasa, suhu, tekanan, dan raba), fungsi motoric (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh untuk merespon informasi yang datang, mislanya menendang), serta fungsi otonomik (mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh, tetapi tidak bisa di control, misal gerak usus dan jantung).
Apa penyebab GBS?
Penyebab pasti GBS sampai saat ini memang belum diketahui. Namun banyak kasus GBS yang disebabkan infeksi viral dan bakteri. Beberapa virus yang paling sering menyebabkan GBS adalah Cytomegalovirus (CMV), HIV, measles, dan herpes simplex virus. Sementara itu, bakteri yang paling sering ditemui adalah campylobacter jejuni.
Bagaimana gejala GBS?
Gejala awal dari penyakit ini rasa seperti ditusuk-tusuk jarum di ujung jari kaki atau tangan atau mati rasa di bagian tubuh tersebut. Kaki terasa berat dan kaku mengeras, lengan terasa lemah dan telapak tangan tidak bisa menggenggam erat atau memutar sesuatu umum GBS.
Gejala umum GBS:
- Tak bisa merasakan reflex tangan dan kaki
- Tekanan darah rendah
- Mati rasa
- Rasa terbakar
- Lemah otot atau kelumpuhan
- Dalam kasus ringan, yang dialami hanya lemas
- Bisa terjadi di tangan dan kaki berbarengan
- Bisa memburuk dalam jangka waktu 24-72 jam
- Bisa saja hanya menyerang saraf kepala
- Bisa dimulai dari tangan lalu turun ke kaki atau sebaliknya
Gejala yang harus lebih diperhatikan.
- Sulit bernafas
- Tidak bisa menarik napas dalam-dalam
- Sulit menelan
- Terus menerus mengeluarkan air liur
- Kondisi penderita GBS dapat bertambah parah karena kemungkinan terjadi infeksi di dalam paru-paru akibat berkurangnya kemampuan pertukaran gas dan kemampuan membersihkan saluran pernafasan. Jika mengalami gejala di atas segeralah periksakan diri ke dokter agar pengobatan dapat dilakukan sejak dini serta penanganan dan pemberian obat GBS tidak terlambat.
Bagaimana cara mengobati GBS?
Belum ada obat untuk syndrome ini. Namun ada 2 jenis perawatan yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan GBS
- PLASMAPHERESIS
Plasmapheresis dikenal sebagai pertukaran plasma. Dalam Plasmapheresis cairan darah (plasma) diambil dan dipisahkan dari sel-sel darah. Jika sudah dipisahkan selanjutnya sel-sel darah dimasukkan kembali ke dalam tubuh untuk memproduksi plasma dan mengganti plasma yang sudah dikeluarkan. Immunoglobulin intravena
- Immunoglobulin intravena
Immunoglobulin intravena adalah pemberian Immunoglobulin yang mengandung antibody sehat dari darah donor melalui intravena. Pemberian Immunoglobulin dalam dosis tinggi dapat membantu menghentikan antibody yang merusak saraf tubuh. Namun biaya untuk perawatan Immunoglobulin intravena ini sangat mahal.
- Pemberian obat nyeri
- Fisioterapi untuk mencegah otot kaku
Perlu anda ketahui bahwa pengebatan dan terapi hanya bisa menyembuhkan GBS sampai 80 persen. Tidak dapat sembuh total. Kesembuhan 80 persen itu bisa didapat dalam waktu beberapa minggu, bulan, hingga tahun. Sebagian organ akan sembuh, tetapi sebagian akan cacat (lemas, lumpuh, atau mengalami gangguan keseimbangan)
Bagaimana cara mencegah GBS?
Karena penyebabnya yang belum diketahui sulit untuk mencegah sindrom ini. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mencegah GBS adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan banyak mengkonsumsi protein hewani dan rajin berolahraga. Selain itu, kita perlu menjaga kebersihan agar terlindung dari kuman, bakteri dan virus
Apakah GBS dapat kambuh?
GBS bisa kambuh kembali pada penderita. Namun risiko kambuh ini diperkirakan kurang dari 10 persen.
Sumber: Kompas, 22 September 2015 halaman 33

