Sumber:https://surabaya.pikiran-rakyat.com/ekbiz/pr-3929787204/wastra-lokal-jadi-brand-nasional-sinergi-uc-surabaya-x-dekranasda-jatim-cetak-kreator-fesyen-lokal-go-global?page=all

Wastra Lokal Jadi Brand Nasional! Sinergi UC Surabaya x Dekranasda Jatim Cetak Kreator Fesyen Lokal Go Global

12 November 2025

PR SURABAYA – Dunia fesyen Tanah Air tengah bertransformasi, dan Jawa Timur jadi salah satu episentrumnya.

Melalui kolaborasi strategis antara Universitas Ciputra (UC) Surabaya dan Dekranasda Jawa Timur, lahirlah program inovatif yang menyiapkan siswa SMK bukan hanya jadi desainer, tapi juga fashionpreneur muda yang siap bersaing di industri kreatif global.

Program yang berlangsung 7–12 November 2025 ini melibatkan 38 SMK se-Jawa Timur, menggabungkan tiga hari pembelajaran daring dan tiga hari praktik langsung di Laboratorium Jahit Dekranasda Jatim.

Tujuannya jelas, membekali generasi muda dengan kemampuan mendesain ready-to-wear fashion bernilai jual tinggi, sekaligus mengangkat potensi wastra lokal khas setiap daerah di Jawa Timur.

“Setiap daerah punya keunikan wastra yang luar biasa. Kami ingin anak-anak SMK percaya diri dengan identitas daerahnya dan berani menampilkan signature style yang membawa nama daerahnya ke panggung nasional,” ujar Arumi Bachsin Elestianto Dardak, Ketua Dekranasda Jawa Timur.

Belajar Fesyen Sekaligus Bisnis, Dari Moodboard hingga Strategi Branding

Dalam pelatihan ini, dua dosen UC Surabaya, Fabio Ricardo Toreh, S.Des., M.Des., dan Dr. Soelistyowati, S.Pd., M.Pd., turun langsung sebagai mentor utama.

Materi disusun dengan pendekatan hands-on learning, bukan sekadar teori, tapi praktik nyata menciptakan karya fesyen yang marketable.

Peserta diajak mempelajari:

Desain produk komersial bernilai ekonomi tinggi

Pembuatan moodboard, colour range, dan riset tren pasar

Teknik sketsa teknikal dan pengolahan wastra dengan teknik plisket dan smocking

Pendekatan estetika ketimuran dalam desain modern

“Desain yang baik bukan hanya indah, tapi juga harus hidup di pasar. Ketika batik dipadukan dengan estetika modern, hasilnya bukan sekadar busana, tapi cerita budaya bernilai ekonomi,” jelas Fabio.

Jawaban atas Tingginya Pengangguran Lulusan SMK

Menurut BPS 2024, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK masih mencapai 8,6%, tertinggi di Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah belum selarasnya kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri kreatif modern.

Kolaborasi antara Dekranasda Jatim dan UC Surabaya hadir sebagai solusi konkret. Program ini tak hanya mengajarkan keterampilan desain, tapi juga mindset kewirausahaan agar siswa SMK mampu menciptakan peluang kerja sendiri.

“Tantangannya seru banget! Kami ditantang membuat busana batik dalam dua hari. Mentor UC ngajarin cara berpikir kreatif dan bisnis. Aku jadi pengen bikin brand lokal sendiri,” ujar Berlian Susanti Putri, siswi SMKN 8 Surabaya.

Wastra Lokal Jadi Identitas dan Aset Ekonomi Daerah

Kegiatan ini juga membuka ruang bagi 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memamerkan keunikan wastra masing-masing.

Dari batik Madura hingga tenun Kediri, setiap kain tradisional mendapat sentuhan baru dari tangan kreatif siswa muda.

“Ketika generasi muda belajar mengelola potensi daerahnya dengan kreativitas dan nilai bisnis, mereka tidak hanya menciptakan karya, tapi juga masa depan ekonomi kreatif Indonesia,” tutup Fabio.

Dari SMK untuk Indonesia Kreatif

Program kolaborasi ini membuktikan bahwa fashionpreneurship bisa jadi motor penggerak ekonomi lokal.

Dengan kombinasi skill desain, jiwa bisnis, dan cinta budaya, generasi muda Jawa Timur kini siap menembus pasar nasional hingga global.

Dari wastra lokal, lahirlah karya global, dan dari ruang jahit SMK, terbitlah generasi baru ekonomi kreatif Indonesia.***