Perlu Kejujuran demi Keamanan semua Elemen

PERSIAPAN PTM 100 persen terus dikejar pemerintah kota. Dengan adanya varian Omicron, kekhawatiran dari tenaga kesehatan dan kelompok lainnya juga turut tumbuh. Dokter Areta Idarto SpA, pengajar di Universitas Ciputra, membeberkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai seluruh elemen di sekolah.

Seperti apa rekomendasi terbaru IDAI terkait dengan pemberlakuan PTM 100 persen?

Untuk membuka PTM, 100 persen guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan vaksin Covid-19.Anak yang boleh masuk sekolah hanya anak yang sudah divaksin Covid-19 sebanyak dua kali dan tidak memiliki komorbid. Sekolah juga harus patuh pada prokes .

 

Perlu Kejujuran demi Keamanan Semua Elemen

 

Perincian rekomendasi diatur berdasar usia anak. Pada kategori usia 12-18 tahun, PTM dapat dilakukan100 persen jika tidak ada peningkatan kasus Covid-19 dan tidak ada transmisi local Omicron di daerah tersebut. Pada kategori usia 6-11 tahun, PTM dilakukan hibrid atau 50:50 dengan kondisi yang sama. Untuk anak dibawah . usia 6 tahun, PTM belum dianjurkan sampai dinyatakan tidak ada kasus baru.

Rekomendasi berubah jika ditemukan kasus Covid-19 dengan positivity rate di bawah 8 persen, kemudian transmisi Omicron lokal masih terkendali. Untuk kategori usia 12-18 tahun, PTM 100 persen bisa diganti dengan 50 persen daring dan 50 persen luring. Pada kategori usia 6-11 tahun, 50 persen pembelajaran luring dilakukan di ruang terbuka.

Risiko terbesar dari PTM sebenarnya terjadi saat apa? Apakah kegiatan seusai sekolah yang tidak terpantau lagi atau justru kegiatan di dalam ruangan yang terlalu lama?

PTMtentumembukarisiko penularan untuksemuaelemen sekolah. Bukan hanya pada anak, tetapi juga guru dan karyawan. Di perjalanan, masing-masing bertemu dengan kelompok sosial yang berbeda. Begitu pula saat sepulang sekolah, anak-anak bisa kampul-kumpul dulu untuk belijajan dilingkungan sekolah maupun diluar.  Durasi di dalam ruangan yang melebihi empat jam juga berpotensi. Ventilasi di kelas juga harus baik. Jumlah siswa di dalam kelas juga tetap harus dibatasi. Jangan sampai memaksa PTM 100 persen, kemudian tak ada lagi jaga jarak di dalam kelas. Itu salah. Prokes tetap menjadi acuan utama. Tantangan utama dalam keberlangsungan PTM 100 persen?

Tentu kita menyoroti kendali diri anak yang masih rendah. Karena itu, perlu ada orang dewasa yang memantau dan mengingatkan penerapan prokes. (dya/cl4/git)

Sumber: Jawa Pos. 7 Januari 2022. Hal.13,19.