SURABAYA-Mendukung isu sustainable development goals, dosen dan mahasiswa Fashion Design and Business Universitas Ciputra (FDBUC) membuat beragam inovasi. Salah satunya menciptakan fashion dari gelatin. Bahan itu memberi manfaat lebih mudah terurai setelah tiga tahun.
Olivia Gondoputranto, salah seorang dosen FDB, menjelaskan, sudah bukan rahasia lagi bahwa tekstil menjadi penyumbang limbah terbanyak kedua setelah plastik. Dari sana, riset dan inovasi untuk membuat sustainable fashion. terus dilakukan. Yang terbaru adalah membuat fashion item tanpa kain. Tapi, menggantinya dengan gelatin.
“Gelatin ini ibaratnya material baru yang ternyata bisa lohkita pakai menjadi bahan untuk membuat baju.” terangnya saat ditemui di UC Tower kemarin (30/11). Namun, proses pembuatannya memang sangat berbeda dengan material kain. Padagelatin tidak bisa banyak ditambahkan bahan yang biasa dipakai pada kain. Misalnya, ritsleting dan kancing.
Namun,justru dari sana para dosen dan mahasiswa ditantang untuk bisa berkreasi dengan material lain. Pada tiga busana prototipe yang ditunjukkan,ada bahan yang berasal dari kulit pisang, cabai yang dikeringkan, bunga kering, sampai potongan-potongan kayu. Itu semua menyumbang konsep sustainability lebih kuat lagi.
Christina Tanujaya, dosen FDB lainnya, menambahkan bahwa dengan mengeksplorasi beragam bahan baru yang bisa dijadikan baju, anak didiknya lebih seru saat belajar. “Waktu masak gelatinnya jadi bentuk baju itu, kami sangat fun. Anak-anak juga senang banget,” ungkapnya.
Enrico Ho, dosen FDB yang juga berpartisipasi dalam proyek itu,menyebutkan bahwa selama ini konsep sustainability sebenarnya banyak sekali.”Di semester Vini kami ajak anak-anak untuk belajar membuat fashion yang bisa terurai. Nanti ada juga waktu untuk belajar mengolah material yang sudah ada menjadi bentuk fashion baru,” tambahnya. Dengan begitu, pengetahuan untuk memahami dan mewujudkan konsep sustainability itu bisa terealisasi. (ama/c6/may)

