SURYA.co.id I SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) tahun ini dipimpin rektor baru. Rektor UC periode 2017-2021 Yohannes Somawiharja dikukuhkan di auditorium kampus setempat, Kamis (23/3/2017). Yohannes menyatakan keinginannya untuk menambah dosen asing. Hal ini untuk memperkuat mata kuliah International business management. UC juag berupaya menambah ketersediaan guru besar. Kini UC baru memiliki satu guru besar Fukultas Psikologi, Prof Jenny Lukito Setiawan yang juga wakil rektor 1. “Sementara ini baru ada tiga dosen asing. “Rencananya mulai tahun ini nambah dosen asing lagi, namun tetap memperhatikan aturan yang ada” kata Yohannes yang resmi menggantikan rektor sebelumnya, Tony Antonio pada SURYA.co.id,Kamis (23/3/2017). Upaya lain memperkuat sisi tenaga dosen, lanjutnya, dengan mengirim study belajar dosen ke luar negeri. Ada 20 dosen yang menuntaskan dan masih menyelesaikan studi doctor. Lembaga pusat penelitian (LPP) UC Ciputra juga meningkat statusnya dari madya menjadi utama. Status ini membuat LPP bisa mengakses dana penelitian hingga Rp 5 miliar. Yang ditekankan UC ke mahasiswa adalah menjadi entrepreneur. Jadi target lulusannya tidak mencari kerja melainkan berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Kalau ada 100 persen lulusan, 30 persen diantaranya meneruskan usaha yang dirintis sejak kuliah, ada yang mengelola family business dan menciptakan jenis baru,” rincinya. Dikalangan mahasiswa yang sering ditanyakan adalah usaha yang sudah dimiliki selama kuliah. Lingkungan seperti ini mendukung terciptanya entrepreneur. Entrepreneur ada yang sejak lahir, artinya meneruskan bisnis keluarga, karena lingkungan serta dibentuk melalui kuliah.
Ketua Dewan Pengurus Harian yayasan Ciputra Pendidikan, Harun Hajadi menambahkan, pihaknya melirik kota lain untuk pengembangan kampus. “kalau di di Jawa Timur biar terpusat di Surabaya, karena jumlah total mahasiswa belum menembus 30ribu. Yang kami lirik untuk mendirikan kampus UC baru adalah provinsi lain. Sekarang masih dalam tahap pengkajian. Provinsi mana saja itu,” urai Harun.
Sumber : http://surabaya.tribunnews .com.24 Maret 2017

