Yang membedakan seorang inovator dan seorang yang kreatif adalah, inovator harus mampu terus melakukan improvement dan menjawab kebutuhan pasar. Dan ternyata, kunci rahasia sukses memasarkan produk yang kita inovasikan tidak hanya terbatas pada definisi bisnis jual beli saja. Meskipun memang tujuannya adalah terjadi transaksi jual beli, finansial bukanlah yang menjadi satu-satunya perhatian.
Oleh karena itu, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra sengaja mengundang seorang expert yang sudah bertahun-tahun menggeluti dunia bisnis, Bapak Setyadi Ongkowidjaja, untuk memaparkan materi tentang Psychology of Entrepreneurship. Beliau merupakan chairman board of advisors dari Indonesian Business Center Singapore, atau disingkat IBC.
IBC merupakan sebuah perusahaan yang mensupport dan memfasilitasi pebisnis-pebisnis pemula untuk mampu mengembangkan bisnisnya. Bukan dengan menjanjikan modal finansial.
Tapi ada 3 kunci rahasia psychology of Entrepreneurship yang menurut Bapak Setyadi justru bisa membuat sebuah bisnis melejit : Networks atau jaringan, Give atau memberi, dan Open to Changes atau terbuka terhadap perubahan. Pak Setyadi mensharingkan cara pandanganya tersebut di kelas Psychology Innovation Project 1.
Menurut beliau, tidak hanya 3 hal tadi yang harus dipegang teguh. Tetapi juga tentang bagaimana menambah kawan bukan lawan, bekerja cerdas, tidak gengsi menerima saran, kritik, dan bantuan dari orang lain, serta keluar dari zona nyaman.

Pak Setyadi sendiri merupakan lulusan dari sebuah universitas terkemuka di Inggris, dengan major pendidikan arsitektur. Tetapi, gelar akademisnya tersebut ternyata tidak membatasi beliau untuk menggeluti berbagai bidang lain, seperti kepenulisan, seni, olahraga, dan bisnis sendiri.
“Saya rasa tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga sebagai pribadi kita harus memegang teguh nilai-nilai tersebut”, ungkap Pak Ong di akhir presentasinya.


