“Perjuangan atau kembali ke alam?”

Itulah salah satu pertanyaan yang diajukan dewan juri pemilihan Kartini Kartono 2015. Yep, seperti tahun-tahun sebelumnya, HIMA Psikologi Universitas Ciputra kembali menggelar PsychoKar, acara tahunan peringatan hari Kartini di Fakultas Psikologi UC. Di tahun 2015 ini ada beberapa lomba yang digelar untuk memeriahkan Psychokar, yaitu Pemilihan Kartini Kartono, Lomba Komik, dan Lomba Akustik.

Semakin seru dengan tema “Tempoe Doeloe”, setiap angkatan heboh menjagokan perwakilannya di masing-masing lomba. Diawali dengan sambutan dari perwakilan kemahasiswaan Psikologi UC oleh Ibu Kuncoro Dewi, beliau menyampaikan, melalui acara ini diharapkan semangat ‘Habis Gelap, Terbitlah Terang’ R.A Kartini, akan terus menjadi inspirasi kita untuk menjadi terang bagi dunia.

P_20150430_145634

Para hadirin yang datang pun tak kalah heboh dengan mengenakan berbagai asesoris bertema perjuangan atau kembali ke alam. Ada yang mengenakan sarung dan ikat kepala khas daerahnya, kebaya, hingga memasang berbagai tumbuh-tumbuhan sebagai mahkota. Tak ingin jagoannya kalah, berbagai yel-yel bersahut-sahutan diteriakkan oleh masing-masing angkatan.

Mengawali lomba akustik, tim angkatan 2012, Debora dan Apologia, membawakan lagu “Malaikat Juga Tahu” dari Dewi Lestari. Dewan juri akustik terdiri dari Bapak Jony Yulianto, Bapak Ersa Sanjaya, dan Bapak Ignasius Mutter, dosen dan public relation Psikologi UC, yang juga sudah dikenal sebagai penggiat dan hobiis musik. “Good!”, komentas Bapak Ignasius di akhir penampilan mereka.

Dan lomba yang paling ditunggu setiap tahun pun tiba, Kartini Kartono! Peserta nomor urut pertama Kartini Kartono, dari angkatan 2013, Dessy Arika dan Finley Butje. Keduanya mengenakan pakaian adat Jawa khas keraton, dihias dengan memanfaatkan koran bekas sebagai selendang dan sabuknya. Saat melakukan aksi catwalk, tidak diduga, Kartono ‘Finley’ mengangkat keris (yang tentunya tiruan) bak seorang superhero pemberani. Hadirin pun tertawa antusias.

Dilanjutkan dengan penampilan dari akustik angkatan 2014, membawakan lagu ‘Aku Pasti Bisa’, dari Citra Scholastika. Penampilan tim ini betul-betul menunjukkan semangat dan talenta kartini-kartini muda. Terdiri dari 4 anggota, yang 3 di antaranya wanita sebagai gitaris dan vokalis! Penampilan mereka semakin menghentak dengan iringan cajon, membuat hadirin di ruangan pun ikut menikmati dan bernyanyi bersama.

Kartini Kartono urutan kedua, dari angkatan 2014 pun unjuk gigi. Mengenakan pakaian yang menggabungkan kekhasan dari 4 daerah sekaligus : Jawa, Mentawai, Papua, dan Kalimantan, ditambah dengan hiasan-hiasan bertemakan hijau dan lingkungan. Pada sesi pertanyaan, Ibu Astrid Wiratna, S.Psi., salah satu juri Kartini Kartono, menanyakan tentang pendapat mereka mengenai kasus-kasus penganiayaan buruh migran Indonesia. Kartono ‘Joshua’ dan Kartini ‘Winda’ mengatakan itulah mengapa, Indonesia butuh memperluas lapangan kerja di dalam negeri, agar meminimalisir resiko kerja di luar negeri seperti itu, dan bisa mendapat penghasilan layak dari dalam negeri sendiri. Pendukung angkatan 2014 pun makin semangat mendukung keduanya atas jawaban tersebut.

P_20150430_153817 (1)

Penampilan akustik yang ketiga dari angkatan 2013. Terdiri dari 3 personil yang semuanya wanita, mereka membawakan lagu hits dari SO7, ‘Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki’. Aransemen yang memadukan gitar, biola, dan cajon, membuat lagu ini terdengar berbeda dari aslinya.

Dan penampilan terakhir, yaitu Kartini Kartono dari angkatan 2012. Berbeda dari yang lain, Kartini ‘Elisabeth’ dan Kartono ‘Reinhard’ memilih untuk menggunakan asesoris yang dibuat dari daun jagung kering. Karena menurut mereka, kembali ke alam bukan memetik dan menggunakan tumbuh-tumbuhan yang masih hidup, melainkan membiarkannya untuk tetap tumbuh. Kartini ‘Elisabeth’ tampil cantik dengan gaun berwarna biru dan kebaya putih, sedangkan Kartono ‘Reinhard’ mengenakan sarung merah, kemeja batik, lengkap dengan blangkon!

P_20150430_160225

Untuk lomba komik dimenangkan oleh Jennifer, angkatan 2014. Sedangkan untuk Kartini Kartono dimenangkan oleh Elisabeth Santoso dan Reinhard Budiman dari angkatan 2012, dan untuk lomba akustik dimenangkan oleh Johan Andrianto dkk dari angkatan 2014.