“Galau”… Siapa sih di dunia remaja yang tidak kenal dengan istilah tersebut? Bahkan tercipta sebutan “galauers” bagi mereka yang sepertinya terjepit dalam kondisi kebingungan, kacau atau tidak keruan tersebut. Ucapan seperti “Aku lagi galau nih…” pasti ada saja yang mengucapkan. Bahkan mungkin saja saat sedang membaca artikel ini, Anda sedang merasakan atau mungkin sekilas teringat rasa sesak di dada karena sebuah masalah dengan pacar atau mantan. Pada intinya, keadaan galau ini merenggut banyak korban dan lucunya, hal ini tidak terjadi pada remaja di negara tertentu saja, tetapi fenomena ini terjadi secara global. Akhirnya, muncullah para peneliti yang tertarik untuk melakukan pendalaman mengenai kondisi yang membuat sesak dada. Dan menariknya, galau itu berbahaya.
Menurut Sigmund Freud seorang tokoh psikologi, cinta adalah sentuhan kasih dari energi libinal kepada representasi mental (batin) kepada orang yang kita cintai. Artinya cinta merupakan dorongan seksual dari dalam diri yang ditunjukkan kepada orang yang kita cintai. Dan ketika orang yang kita cintai meninggal atau pergi, amygdala; bagian dari otak kita mengingatkan kembali kepada perjalanan memori yang telah berlalu.Sehingga pada dasarnya,manusia tidak dapat melupakan memori-memori bersama dengan orang yang dicintainya dan kemungkinan terus berkutat dengan memori tersebut yang saat ini kita sebut sebagai galau. Bersamaan dengan fenomena galau tersebut, tahukah anda bahwa para ilmuan di bidang kesehatan telah menemukan bahaya kesehatan bagi penderita galau?
Ya! Galau dapat menyebabkan kematian. Broken Heart Syndrome atau Takotsubo Cardiomyopathy yang ditemukan oleh Hikaro Sato di Jepang,mengungkapkan bahwa Takotsubo Cardiomyopathy atau yang dikenal dengan broken heart syndrome adalah kondisi dimana ada tekanan stress baik secara emosional maupun fisik yang bisa menyebabkan melemahnya otot jantung yang parah. Menurut hasil penelitian oleh John Hopkins Medical School, penyebab Broken Heart Syndrome ada 2, yaitu stress secara emosional dan stress secara fisik. Stress emosional adalah kondisi dimana telah terjadi berbagai stress emosional seperti kesedihan yang mendalam, marah secara ekstrim, takut, kecewa, dan lain-lain. Sedangkan stress fisik adalah kondisi dimana telah terjadi stress secara fisik seperti kelelahan yang ekstrim, sulit bernafas, kejang, dan lain-lain.
Lalu, pernah tidak anda mengalami suatu pengalaman yang menyedihkan, tiba-tiba di bagian dada terasa seperti adatekanan yang menyakitkan, alias “nyesek.”?Nah, itu merupakan gejala utama dari Broken Heart Syndrome. Selain itu, sebenarnya ada gejala lain lagi, yaitu susah bernafas, mimisan, dan tekanan darah rendah yang biasanya terjadi beberapa menit sampai jam karena stress emosional yang terjadi. Sedangkan secara fisik, di dalam tubuh kita terjadi peningkatan enzim “cardiac” (enzim yang berhubungan dengan kinerja jantung), disertai perubahan aneh pada dinding sebelah kiri ventrikel jantung. Tapi tidak perlu khawatir karena perubahan-perubahan ini tidak dalam intensitas yang parah dan sifatnya sementara. Jadi, itulah gejala-gejala dari BHS (Broken Heart Syndrome) yang menyebabkan rasa “nyesek” yang mungkin pernah kita alami ketika galau.
Menurut Dawn Derrick dalam penelitiannya, Broken Heart Syndrome dapat mengakibatkan komplikasi, melemahnya otot jantung, gagal jantung, dan akibat yang paling parah adalah kematian! Untungnya, Broken Heart Syndrome dapat disembuhkan dengan cepat, dalam waktu 2 hingga 4 minggu. Broken Heart Syndrome dapat disembuhkan dengan cara dirawat di rumah sakit dan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup dengan mengendalikan stress dan hal-hal yang menyedihkan. Juga bisa dengan berada diantara orang-orang yang dapat mendengarkan cerita-ceritamu. Serta melakukan aktivitas fisik, dan terapi relaksasi dapat mengurangi stress.
Intinya galau yang menyebabkan stress berkepanjangan secara emosional dan fisik adalah gejala utama Broken Heart Syndrome.Sekarang anda sudah mengetahui apa itu broken heart syndrome, masihkah anda mau untuk galau? Lebih baik jangan! Kesehatan anda adalah yang terpenting. Antisipasi galau anda dengan tidak terlalu “baper” alias mudah membawa perasaan terlalu dalam ketika menghadapi kesedihan-kesedihan. Ingat, Broken Heart Syndrome terjadi ketika kita terlalu stress memikirkan sesuatu yang membuat kita patah hati.
Authors :
Ivana Wangsa (Psy 2013)
Felicia Musidora K. (Psy 2013)
Florencia Riswanto (Psy 2013)
