Semester yang baru, semester 2016/2017 ganjil, telah dimulai. Sebelum memasuki sibuknya perkuliahan, kurang pas jika kita tidak mengawalinya dengan suntikan inspirasi pembangkit semangat. Semester Opening PSY UC kali ini diadakan pada Kamis, 11 Agustus 2016, dan prodi mengundang Wawan Wongso, M. Psi., Psikolog, CEO Libels Experiential Learning Specialist sekaligus alumnus PSY UC.

Sebelum bintang tamu kita naik ke atas panggung, Ibu Jenny Lukito Setiawan selaku Dekan Psikologi UC membacakan pencapaian-pencapaian terkini dosen maupun mahasiswa PSY UC (bisa dilihat di http://psy.uc.ac.id/category/achievements/ ). Sedangkan, Pak Jimmy Ellya Kurniawan selaku Kaprodi Psikologi UC mensosialisasikan kembali peraturan-peraturan dalam perkuliahan.

Diberikan topik “Careers in Psychology”, Pak Wawan membagikan kisahnya berentrepreneur dengan modal psikologi dan entrepreneurship. Di Libels Experiential Learning Specialist yang beliau dirikan, beliau diakui jeli dengan added value serta mampu mendeliver kualitas sebanding dengan harga.
Beliau juga menjadi konsultan untuk family business (fambiz) dan small-medium enterprises. Pendidikan entrepreneurship membuatnya pandai menangkap peluang banyaknya family business yang bermasalah karena konflik internal (konflik antar anggota keluarga). Komunikasi interpersonal adalah salah satu hal yang diajarkan di psikologi, dan melatihnya akan menjadi kunci untuk menyelesaikan konflik antaranggota.

Selain menjadi konsultan dan pemilik bisnis, Pak Wawan ternyata juga hobi keliling-keliling alias traveling. Akan tetapi, ternyata traveling ini juga menjadi sumber penghasilan baginya. Beliau menjadi freelance tour leader bagi orang-orang Indonesia yang ke luar negeri. Klien puas, biro tour and travelnya juga puas, karena beliau “memahami maunya klien”. Jawaban yang sungguh psikologis-h.
Di bagian akhir sesinya, Pak Wawan juga menekankan agar kita mengikuti passion kita. Kenapa? “If you follow your passion, kamu gak akan kerasa kalau kamu lagi kerja,” ujar Pak Wawan. Modalnya apa untuk mengikuti passion kita dan berkarir dengan baik di masa depan? Modalnya adalah mulai sekarang di perkuliahan: selalu datang lebih awal, follow the rules, dan belajar sebaik mungkin. Kita tidak menunggu masa depan kita datang, namun kita menciptakan masa depan kita. Isn’t “the best way to predict our future is to create it”?
