Terkadang dalam membuka bisnis, kita sudah membuat produk yang bagus, namun tetap saja konsumen kurang antusias dengan produk kita. Mengapa?
Kunci utamanya jatuh pada diri konsumen itu sendiri. Konsumen memiliki nilai-nilai pribadi, kebiasaan, tradisi, preferensi (sesuatu yang lebih disukai), dan faktor-faktor psikologis lain yang mempengaruhi dirinya ketika ingin membeli sesuatu. Sebagai contoh, konsumen yang ingin menunjukkan identitasnya sebagai seseorang yang berkelas pun akan membeli barang-barang branded.

Nah, di Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, ada satu mata kuliah yang mengajarkan mengenai hal-hal tersebut. Namanya adalah Consumer Psychology atau Psikologi Konsumen. Pada semester ini (ganjil 2016/2017), mata kuliah ini dibawakan oleh Ibu Theda Renanita, S. Psi., M.A., dengan bobot 3 sks. Adapun, teman-teman mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini adalah para mahasiswa PSY 2015 yang sedang menempuh semester ketiga mereka.
Berbicara soal metode pembelajaran di kelas, para mahasiswa tidak hanya duduk mendengarkan materi dari dosen. Namun, mereka berperan aktif dalam berbagai kegiatan interaktif yang diberikan. Salah satunya ialah dengan diskusi dalam kelompok.

Dalam foto, terlihat para mahasiswa sedang mendesign sebuah poster produk yang diarahkan pada konsumen-konsumen yang memiliki kepribadian dan minat tertentu. Menurut Tessa, salah seorang anggota kelompok, produk yang dirancang adalah sebuah kamera bagi para gadis yang senang berselfie. Kamera tersebut memiliki fitur “clap”, di mana untuk mengambil sebuah gambar, pemakainya hanya perlu menepukkan tangan mereka dan kamera itu pun langsung memotret gambar. “Clap to Snap”, begitu bunyi tagline yang mereka buat.
Setelah bekerja dalam kelompok, setiap perwakilan kelompok akan maju dan mempresentasikan hasil kerja mereka kepada teman-teman yang lain.
Sedangkan, tugas yang didapatkan mahasiswa terbilang cukup seru. Mahasiswa diminta turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan dan wawancara kepada konsumen produk tertentu. Mereka lalu melakukan hal yang sama di satu toko lain yang menawarkan produk sejenis. Dari sana, mahasiswa dapat menemukan perbedaan di antara kedua toko, meliputi perbedaan konsumen yang dituju dan keunikan produk masing-masing.

Dengan tugas-tugas yang diberikan pada mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan penelitian sederhana untuk mengidentifikasi konsumen dengan bantuan ilmu psikologi.
“Kesan saya terhadap mata kuliah Consumer Psychology ya bagus, karena mengimbangi teori dan praktek. Selain membahas kembali konsep-konsep mengenai mental dan perilaku manusia, ada pemfokusan ke bisnis (dan konsumen),” ungkap Mario Rizky Yuwono (PSY 2015) terkait pengalamannya mengikuti mata kuliah ini.
