Passion adalah kunci mengembangkan karir. So, memiliki passion dan mengejarnya, itulah hal yang sangat ideal bagi kita. Namun, tidak semua orang telah mengenal dirinya dengan baik, mengetahui passionnya, serta memiliki goal. Lantas, bagaimana?
Pada Sabtu, 11 Maret 2017 yang lalu, salah satu dosen Psikologi UC, Bapak Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi., M.Si. menjadi pembicara pada acara Career Development Counseling. Acara kolaborasi Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dengan Riliv diadakan di Forward Factory, Spazio, Surabaya.

Pak Ersa berbagi mengenai pengalamannya sendiri, di mana semenjak kuliah S1 ia berusaha dengan apa yang ia bisa lakukan seadanya, mulai dari berjualan anak anjing, berjualan susu, menjadi barista, menjadi distributor telur ayam, hingga akhirnya sekarang sukses menjadi dosen dan entrepreneur kaktus mini.
Dikutip dari @pkpkunair, kunci keberhasilannya hanya satu, yaitu: fokus pada apa yang Anda lakukan dan maksimalkan.
Satu pekerjaan mengantarkannya pada pekerjaan yang lain. Pekerjaan menjual susu mengantarkannya menjadi barista. Pelanggan tokonya terpesona dengan kemampuannya, dan ada seorang manajer perusahaan yang merekrutnya langsung ke dalam sebuah perusahaan. Adapun, pengalamannya berwirausaha mengantarkannya menjadi dosen di Universitas Ciputra.
Suatu pelajaran yang bisa ditarik: Kita perlu selalu percaya dan memaknai setiap titik dalam kehidupan kita.

Pada acara ini juga, Pak Ersa juga membagikan tips-tips menulis curriculum vitae (CV). Beberapa di antaranya adalah: (1) Berpikir sebagai seorang kontributor, bukan pencari kerja. Artinya kita menawarkan kekuatan/kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kekuatan/kompetensi itu bisa dibangun sejak masa kuliah; (2) Memperhatikan basic requirement perusahaan. Artinya kita perlu memenuhi persyaratan dasar yang telah ditetapkan perusahaan; dan (3) Mencari informasi yang terkait dengan perusahaan itu. Contohnya apabila perusahaan itu mengutamakan nilai-nilai entrepreneurship, maka kita dapat menawarkan pengalaman kita dalam bidang tersebut.
Ketika ditanya mengenai kesannya membawakan acara ini, Pak Ersa mengaku cukup senang. “Pesertanya perhatian, bersemangat. Mereka juga aktif bertanya,” ujar beliau.

