Pada tanggal 13-15 bulan Maret lalu, Psikologi UC kembali membawa pulang kemenangan dan prestasi yang membanggakan. Lomba debat nasional Psychovillage 8, merupakan lomba yang di adakan oleh Universitas Pelita Harapan Jakarta. Lomba debat yang diadakan ini setiap tahunnya diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi psikologi UC, dan tahun ini mahasiswa psikologi UC membawa pulang juara 2, dimana Betari Aisha (2013) sebagai pembicara pertama, Siska Hermanto (2015) sebagai pembicara kedua dan Christian Effendy Putra (2014) sebagai pembicara ketiga. Ketiga nama tersebut sepertinya sudah tidak asing terutama bagi mahasiswa psikologi Uc. Mereka merupakan winning team, dimana seperti yang kita ketahui salah satu pembicara yaitu Siska Hermanto pernah meraih best speaker dalam lomba tahun lalu.
Melalui perlombaan itu banyak hal yang dipelajari oleh Debater UC. Lomba Debat Psychovillage kali ini memiliki sistem impromtu, dimana para peserta tidak diberikan mosi yang akan diperdebatkan, mosi baru akan diberikan pada hari perlombaan. Dengan sisem impromtu tersebut, ketiga debater UC belajar bahwa memperkaya merupakan cara yang tepat untuk menghadapi sistem ini, selain itu mereka juga mengaku bahwa pertandingan kali ini merupakan yang terbaik karena memiliki kesan yang berbeda, mulai dari sistemnya, pesertanya dan pengalaman baru yang mereka dapat.
“ A good debater talk, A better debater think, But the best debater listen ”
Ini merupakan sebuah kutipan dari salah satu mahasiswi psikologi UC angkatan 2013, Betari Aisha, salah satu mahasiswi yang sudah banyak menyumbangkan prestasi-prestasi membanggakan untuk psikologi UC. Betari juga mengatakan bahwa untuk pertandingan terakhirnya, ia merasa ini merupakan sebuah memori yang tidak akan terlupakan, perlombaan yang berlangsung ketika wanita yang mendapat gelar macan di antara debater UC, sedang mengerjakan skripsinya juga. Betari juga memberikan pesan kepada penerusnya :
- Jangan alergi memperluas wawasan, rajin membaca
- Kalah itu sebenarnya adalah winning in diguise
- Menjadi good listener adalah kunci menjadi debater terbaik, karena melalui mendengar kita belajar untuk memperluas wawasan, juga mengevaluasi diri melalui apa yang kita dengar.
