Ujian Nasional (UN) merupakan ujian di akhir tingkat pendidikan SMA yang berfungsi untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa selama 3 tahun. Diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 se-Indonesia, Ujian Nasional terkadang menjadi sesuatu yang ditakuti karena banyaknya materi yang harus dikuasai. Di tambah lagi, terkadang seiring mendekati kelulusan, siswa sudah menjadi jenuh dan lelah.
Mengajak para siswa untuk kembali bersemangat mempersiapkan UN, dua dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra (PSY UC), Ibu Theda Renanita, S.Psi., M.A. dan Ibu Fransisca Putri Intan Wardhani, M.Psi., Psikolog hadir membawakan seminar di SMAK St. Louis 2 Surabaya. Seminar dengan tema “Motivasi Menghadapi UN” ini dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama diikuti oleh sekitar 60 siswa kelas 12 IPA dengan pembicara Ibu Theda. Sedangkan, kelas kedua diikuti oleh 110 orang siswa kelas 12 IPS dengan pembicara Ibu Sisca.

Di awal seminar, para siswa diajak untuk mengenal istilah motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Dibantu oleh Jessie Janny Thenarianto dan Pyaperlita, dua orang mahasiswi PSY 2015, para siswa mengisi kuesioner motivasi yang telah tersedia untuk mengetahui jenis motivasi mana yang dominan pada diri mereka. Ibu Theda maupun Ibu Sisca kemudian menekankan pentingnya motivasi intrinsik, yakni motivasi dari dalam diri individu untuk mencapai keberhasilan.

Setelah itu, para siswa juga mendapat materi mengenai tiga langkah self-motivation, yaitu memasang target (goal-setting), fokus pada tujuan, serta melakukan yang terbaik. Dalam goal-setting para siswa mengisi selembar worksheet dengan target nilai UN yang ingin mereka capai dan strategi yang akan mereka lakukan untuk mencapainya. Memasang target dan strategi personal memberikan para siswa kebebasan untuk membuat rencana sesuai dengan kemampuan yang ia miliki.

Di seminar ini, para pembicara juga menceritakan kisah John S. Akhwari, seorang pelari olimpiade untuk menginspirasi para siswa. Akhwari, yang mengalami cedera pada kaki saat lomba tetap berlari hingga garis finis meskipun lomba telah usai. Menurut Akhwari, negaranya tidak mengirimnya untuk memulai lomba, melainkan untuk menyelesaikannya. Itulah apa yang ia lakukan. Hal yang sama berlaku bagi para siswa. Mereka dikirim bersekolah bukan hanya untuk memulai namun untuk menyelesaikannya dengan baik, termasuk menyelesaikan UN dengan baik.
Macam-macam gaya belajar juga diterangkan kepada siswa, dengan harapan mereka bisa mengetahui dan mengoptimalkan gaya belajar yang mereka miliki. Contohnya siswa dengan gaya belajar auditori bisa belajar dengan cara berdiskusi dengan teman.

Di akhir seminar, para pembicara juga memberikan tips-tips praktis yang dapat diterapkan sebelum, saat, dan sesudah ujian. Menurut Ibu Theda, sebelum ujian, siswa harus beristirahat dengan cukup serta membawa alat tulis dengan lengkap. Selain itu, siswa perlu menghindari perbuatan curang saat ujian. “Cheating dapat menurunkan kepercayaan dan harga diri,” ungkap beliau.

Para siswa tampak antusias mengikuti seminar ini. Mereka aktif menjawab pertanyaan yang diberikan, mengisi worksheet, serta melontarkan pertanyaan di akhir seminar. “Ya peserta aktif memberikan pendapat serta mendengarkan seminar. Selain bertanya di sesi tanya jawab, ada juga beberapa siswa yang tinggal untuk tanya-tanya langsung kepada pembicara,” ujar Jessie, salah satu mahasiswi yang membantu jalannya seminar ini.
